Farah Quinn Suka Dabu-dabu Manado
Chef cantik Farah Quinn ternyata menyukai semua makanan khas Sulut. Apalagi makanan yang tidak perlu lama untuk memasaknya.
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribun Manado Rine F Araro
TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Chef cantik Farah Quinn ternyata menyukai semua makanan khas Sulut. Apalagi makanan yang tidak perlu lama untuk memasaknya.
"Saya suka makanan Manado. Apalagi dabu-dabu," ujar Farah Quinn saat mengunjungi redaksi Tribunmanado.co.id, Minggu (25/9).
Chef berkulit eksotis ini juga mengatakan, kue-kue yang ada di Manado pun disukainya, misalnya saja Klapertart. "Kue-kuenya enak. Nanti tolong antar saya ke bakery ya," tuturnya.
Selain kuliner, wanita yang pernah menimba ilmu di Pittsburgh Culinary Institute ini ternyata sangat menyukai budaya yang ada di Sulut. Menurut pengamatannya, di Sulut ini ada berbagai macam budaya. "Campur-campur ya budayanya. Ada sedikit budaya Filipin, Portugis, dan juga Belanda," ucapnya.
Meski menyukai Sulut, wanita yang pernah belajar memasak pada Chef Ewald Notter and Colette Peters mengaku sedih setiap datang ke daerah ini. Pasalnya, setiap berkunjung ke bumi nyiur melambai, ia tak mempunyai waktu panjang di daerah ini. "Sampai sekarang saya belum pernah ke Bunaken. Saya penasaran sekali ingin ke Bunaken," katanya.
Saat berkunjung ke redaksi Tribun Manado, Farah Quinn diterima oleh Pemimpin Redaksi Richard Nainggolan, Manager Produksi Ribut Rahardjo, Koordinator Liputan Charles Komaling, serta Manager Aryaduta Hotel Manado I Wayan Sudana