Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Abraham Samad Bantah Ngamuk di Rapat Penangkapan Anas-Andi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menyangkal dirinya mengamuk dalam rapat pimpinan

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menyangkal dirinya mengamuk dalam rapat pimpinan, karena ada pimpinan KPK yang belum bersedia menandatangani surat penangkapan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alfian Mallarangeng.

"Kami pimpinan sudah bukan sahabat lagi, tapi sudah seperti saudara," kata Abraham dalam jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Kabar yang beredar melalui pesan singkat di kalangan wartawan, menyebutkan pimpinan KPK Busyro Muqoddas dan Bambang Widjajanto menyarankan penandatangan surat penangkapan Anas dan Andi yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek Wisma Atlet agar ditunda, dalam rapat pada 23 Januari 2012. Bahkan, kedua pimpinan KPK itu juga menolak menandatangani surat penangkapan itu kendati Abraham telah bersiap menandatanganinya dalam rapat itu.

Hal itu membuat Abraham geram dan membanting beberapa meja rapat hingga patah. Dan setelah kejadian itu, para Dewan Pembina Partai Demokrat berkumpul di Cikeas, Bogor, pada malam harinya, untuk membahas masalah itu.

Saat dikonfirmasi perpecahan pendapat dari Busyro dan Bambang dalam rapat itu, Abraham menjawab, "Itu bukan kapasitas saya untuk jawab, tapi kami tetap solid sampai saat ini, kami tetap kompak."

Bahkan, juru bicara KPK, Johan Budi yang ikut mendampingi Abraham dalam jumpa pers mengucapkan, "Astagfirullah. Itu asumsi. Yang terjadi tidak seperti itu. Pimpinan kompak. (Kabar) itu tidak benar."

Bagaimana soal Anda membanting meja dalam rapat itu? "Apa Saudara ada di situ," jawab Abraham.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas