Tim PLN Putri Berjaya, PLN Putra Terpuruk
Kekuatan tim putra dan putri Jakarta Electric PLN pada BSI Voli Proliga 2012 bisa dibilang bertolak belakang
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kekuatan tim putra dan putri Jakarta Electric PLN pada BSI Voli Proliga 2012 bisa dibilang bertolak belakang. Tim putri masih tangguh seperti tahun lalu ketika melumat Jakarta TNI AU 3-0 (25-22, 25-22, 25-23).
Adapun tim putra dilibas Semarang Bank Jateng 0-3 (22-25, 22-25, 12-25), pada pertandingan Sabtu (18/2/2012) malam di gedung Palembang Sports and Convention Centre Palembang, Sumatera Selatan.
Tim putri yang diasuh pelatih China, Tian Mei, hanya kehilangan quicker Netty Dyah yang sedang mendaftar masuk kepolisian. Kapten masih dipercayakan pada Susanti Martalia, yang menjadi pemain terbaik Proliga 2011. Juga masih ada Tiara Putri, Rosalia Maya, toser Gunarti Indah Yani, libero Berllian Marsheilla, dan pemain asing asal Thailand, Hyapha Amporn.
TNI AU dibikin tidak berkutik meladeni spike-spike keras Amporn dan Tiara. Sheilla, meski kakinya belum benar-benar pulih dari cedera, tetap mampu menerima serbuan bola lawan. "Kaki Sheilla belum bisa menumpu dengan kuat, jadi performa agak menurun," ujar asisten pelatih PLN putri, Edi Setiadi.
TNI AU, meski sudah disokong dua pemain asing asal Brasil, Katia Maria Rodrigues dan Marcilene Dos Santos, belum mampu keluar dari tekanan PLN. "Melawan PLN yang juara bertahan, anak-anak panik duluan. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Kalau pemain sudah panik dan tegang, mau diapa-apain juga susah," ujar pelatih AU, Munawar.
Tim putra PLN, menurut pelatihnya, Viktor Laiyan, bermain sangat buruk. Set pertama dan kedua mampu mengimbangi, namun setelah kalah lantas loyo pada set ketiga. "Main jelek. Sudah merasa kalah duluan. Pemain asing juga belum bagus, kalah dibandingkan pemain asing Bank Jateng. Mudah-mudahan laga selanjutnya bisa bangkit," tutur Viktor.