Napi Kerobokan Keluhkan Pungli Petugas Lapas
Narapidana (Napi) Rumah Tahanan (Rutan) Kerobokan, Denpasar, Bali, mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli)
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Taryono
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Narapidana (Napi) Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali, mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum petugas lapas kepada kepada keluarga napi yang datang menjenguk.
Hal tersebut terkuak dalam dialog napi dengan petugas lapas, pemerintah setempat, dan kepolisian setelah kerusuhan ke dua pecah di lapas yang menampun 1.030 orang tersebut.
Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi, Saud Usman Nasution, setelah diadakan negosiasi dan diskusi dan dialog dengan para napi, ternyata masih ada ketidakpuasan napi dari pertemuan sebelumnya.
"(Hal yang dikeluhkan) seperti misalnya suka minta uang pada keluarga napi saat besuk, adanya diskriminasi, setelah itu keluar dari sel," ungkap Saud di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2012).
Selain itu, napi pun meminta tiga temannya yang terluka dalam kerusuhan sebelumnya untuk dikembalikan ke tahanan dari Rumah Sakit Polda Bali, untuk kemudian dirawat di dalam tahanan.
Para napi pun menuntut supaya kasus penganiayaan terhadap seorang napi pada tanggal 19 Februari 2012 diproses secara tuntas.
"Itulah keluhan mereka sehingga timbul kemarin adanya lagi pelemparan kepada petugas," ujarnya.
Kini situasi Lapas Kerobokan sudah kembali kondusif, tidak ada korban dalam kerusuhan napi ke dua di Lapas Kerobokan.
Sebelumnya, Selasa (21/2/2012) Lapas Kerobokan diamuk napinya. Kejadian tersebut dipicu adanya penusukan oleh sesama napi di lapas yang dihuni 1.030 orang tersebut.
Setelah diredam, kemudian pihak pemerintah, kepolisian, dan lapas elakukan dialog sehingga tercapai tiga kesepakatan di antaranya, perubahan sitem dalam lapas, tidak ada diskriminasi antarsesama penghuni lapas, dan meminta kalapas diganti karena dianggap sebagai pemicu kerusuhan.(*)