Laporan Wartawan Surya, Ravianto
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kompetisi bola voli ProLiga yang bergulir sejak minggu lalu membuat program latihan Puslatda bola voli Jatim tersendat. Tidak hanya itu, latihan bahkan harus terhenti setiap kali seri ProLiga bergulir.
Berhentinya program puslatda jika ProLiga bergulir ini karena semua personel tim voli Jatim ke PON 2012 membawa bendera klub. Tim puslatda voli Jatim saat ini diperkuat 15 pemain. "Tidak hanya satu dua pemain, tapi semuanya memang membela tim ProLiga. Ada
yang ikut (Palembang) Bank Sumsel, ada juga yang ikut tim Jakarta," ungkap pelatih tim puslatda voli Jatim, Ibarsyah, Rabu (22/2/2012).
Praktis, latihan Bagus Wahyu Ardiyanto dkk terganggu. Apalagi ProLiga berlangsung sampai Mei, padahal gelaran PON akan dimulai September. ProLiga berakhir Mei, dan latihan puslatda kembali jalan, Juni.
Meski merasa terganggu dengan gelaran ProLiga, namun Ibarsyah menegaskan dirinya juga senang dengan keikutsertaan para pemain ke kompetisi voli paling bergengsi di tanah air tersebut. "Di sisi lain sebenarnya malah menguntungkan karena mereka bisa menimba ilmu, mendapat pengalaman, dan mentalnya tertempa dalam kompetisi resmi dan ketat," kata Ibarsyah.
Dia mengaku tak terlalu khawatir dengan minimnya intensitas berkumpul para pemain jika mereka mengikuti ProLiga. "Di sela-sela seri kan masih bisa latihan bareng," lanjutnya. Ke-15 pemain yang saat ini tergabung di puslatda voli, enam di antaranya berasal dari klub Indomaret Sidoarjo. Sisanya berasal dari Samator.
Sementara itu, tiga atlet yang dikembalikan ke klub adalah Lailatul Witri dari Samator, Galih dari Probolinggo, dan Arie dari Magetan.