Fakta Persidangan: Ada Tanda Terima Rp 1 Miliar dari Setya Novanto Kepada Made Oka Masagung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi memiliki bukti tanda terima uang Rp 1 miliar dari Ketua DPR RI Setya Novanto kepada pemilik Delta Energy Investment Made Oka Masagung.

Bukti tersebut terungkap saat persidangan lanjutan perkara korupsi e-KTP tahun anggaran 2011-2013 terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

"Bapak bisa jelaskan ada tanda terima terima uang dari Setya Novanto untuk Bapak Oka sebesar satu miliar. Ada tanda tangan Bapak?" tanya jaksa KPK Abdul Basir kepada Oka.

"Itu kan asli saya tidak kasih ke dia, karena dia tidak kasih (uang) ke saya," jawab Oka.

Maksud Oka adalah uang tanda terima tersebut masih berada pada dirinya.

Baca: Golkar Prihatin Setya Novanto Kembali Menyandang Status Tersangka

Dia juga mengakui tanda tangan tersebut adalah asli.

Tanda terima itu dia tidak serahkan kepada Setya Novanto karena Novanto tidak memberikan uang itu kepada dirinya.

"Tidak dikirim. Makanya saya pegang aslinya. Di kantong saya Pak ," jawab dia.

Keberadaan uang tersebut masih menjadi teka teki. Pasalnya, Oka mengatakan dirinya tidak memiliki hubungan bisnis atau tagih menagih uang dengan Setya Novanto.

Oka mengungkapkan telah mengenal Novanto sejak lama saat di Kosgoro, ormas yang terafiliasi dengan Partai Golkar.

Saat itu, dia dibawa oleh Politikus Golkar Hayono Isman. Hubungan ternyata baru dekat ketika Novanto menjadi direktur di PT Gunung Agung, Perusahaan itu dulunya adalah milik Made Oka namun dijual kepada PT Kosgoro.

Walau telah dijual, Made Oka masih menjabat sebagai komisaris. Oka mengatakan dia tetap bersilaturahmi dengan Novanto.

Bahkan, Oka tetap bertemu dengan Novanto walau Novanto berkarir di DPR RI. Oka mengingat pertemuan terakhirnya adalah ketika dia berkunjung ke rumah Novanto sekitar dua atau tiga tahun yang lalu.

Keterangan tersebut bertolak belakang dengan keterangan Novanto pada persidangan pekan lalu. Ketua umum Partai Golkar itu mengatakan terakhir bertemu dengan Made Oka puluhan tahun yang lalu.