Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Banjir Baleendah Baru Dapat Bantuan Roti

Meski sudah tiga hari rumahnya terendam banjir, ratusan kepala keluarga (KK) korban banjir yang masih bertahan di rumahnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribun Jabar

TRIBUNNEWS.COM, BALEENDAH - Meski sudah tiga hari rumahnya terendam banjir, ratusan kepala keluarga (KK) korban banjir yang masih bertahan di rumahnya di Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung, hingga kemarin belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Mereka baru mendapat sepotong roti dari seorang dermawan.

"Untuk korban banjir yang masih bertahan tinggal di rumahnya masing-masing, sampai sekarang belum dapat bantuan dari pemerintah. Baru tadi malam ada seorang dermawan yang membagi-bagikan roti kepada warga korban banjir," kata Ketua RW 20 Kampung Cieunteung, Jaja, di Baleendah, Rabu (28/12/2011).

Meski begitu, Jaja mengakui untuk korban banjir yang mengungsi ke GOR Kelurahan Baleendah, mereka sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Bantuan meliputi sembako, obat-obatan, dan pemeriksaan kesehatan.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Hendrawan, mengatakan, pihaknya memang hanya menyalurkan bantuan ke tempat pengungsian.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini semata-mata agar bantuan tepat sasaran.

Menurutnya, pemerintah belum berpikir untuk mendistribusikan bantuan langsung ke korban banjir yang masih bertahan di rumahnya masing-masing.

Hendrawan mengimbau, warga korban banjir sebaiknya untuk sementara mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disediakan pemerintah.

Pantauan di lapangan, Rabu (28/12/2011), menunjukkan secara umum banjir di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot sudah surut.

Namun khusus untuk Cieunteung, banjir masih merendam rumah warga. Ketinggian air masih antara 1-2 meter.

Untuk mengurangi ketinggian air, warga berupaya dengan memompa dan membuangnya ke sungai. Sebuah mesin pompa air bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum digunakan warga untuk mengeluarkan air.

Rumah yang terendam berada di Desa Wanakaya, Astana, Kalisapu, dan Grogol. Yang paling parah berada di Desa Wanakaya dan Astana, dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Miska, warga Desa Wanakaya mengatakan, banjir mulai terjadi Rabu pagi. Namun banjir terus meninggi pada siang, dan sampai kemarin sore air terus meninggi karena hujan yang mengguyur kawasan tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas