Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Merayakan Kemajemukan di Australia Lewat 'Harmony Day'

Tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Harmoni atau \'Harmony Day\' di Australia. Ini merupakan hari dimana semua orang memiliki…

Tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Harmoni atau \'Harmony Day\' di Australia. Ini merupakan hari dimana semua orang memiliki kesempatan untuk merangkul keragaman kebudayaan yang ada di Australia.

Sekarang ini pada perayaan tahun ke-18, warga akan berkumpul di Event Hari Harmoni atau Harmony Day di seluruh Australia untuk menikmati makanan, musik dan kehadiran orang-orang dari negara lain di seluruh dunia.

Merangkul multikuturalisme, meningkatkan rasa hormat dan mendukung keragaman kebudayaan, agama maupun bahasa.

Sejak tahun 1945 lebih dari 7,5 juta orang telah bermigrasi ke Australia, dan berbicara dalam beragam luas bahasa di luar Bahasa Inggris, termasuk Mandarin, Kanton, Vietnam, Spanyol dan Hindi.

Menurut penyelenggara event Harmony Day, keragaman kebudayaan Australia merupakan salah satu kekuatan terbesar dan menjadi jantung dari jati diri warga Australia. Australia yang multikultur merupakan bagian intergral dari sejarah dan karakter negara Australia.

Infografis Hari Harmoni
Hampir setengah warga Australia kalau tidak lahir di luar negeri atau mereka memiliki orang tua yang dahulunya lahir di luar negeri.

Supplied: Harmony Day

Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah memproklamirkan tanggal 21 Maret sebagai Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Internasional.

Tahun ini PBB menyoroti perhatian terhadap pengelompokan atau pengidentifikasian rasial dan hasutan terhadap kebencian, termasuk dalam konteks migrasi.

"Setiap orang berhal atas Hak Asasi Manusia (HAM) tanpa diskriminasi. Hak atas kesetaraan dan tidak diperlakukan diskriminatif merupakan landasan hukum hak asasi manusia. Namun di banyak bagian dunia, praktek diskriminasi masih luas, termasuk ras, etnis, agama dan pengidentifikasian berdasarkan kebangsaan, serta hasutan untuk kebencian."

- United Nations

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas