Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menganyam Sejuta Bintang Untuk Melawan Kekerasan

Temui perempuan yang mempunyai misi untuk mendorong masyarakat agar menganyam lebih dari satu juta bintang kertas sebagai simbol melawan…

Inilah perempuan yang mempunyai misi mendorong masyarakat Austraia agar menganyam lebih dari satu juta bintang kertas sebagai simbol melawan kekerasan

Seniman Maryann Talia Pau memulai proyek ‘One Million Stars to End Violence’ (Satu Juta Bintang Untuk Mengakhiri Kekerasan) pada tahun 2012 setelah kematian Jill Meagher di komunitas lokalnya, saat ia tinggal di Melbourne

Termotivasi oleh kata-kata Martin Luther King dalam bukunya ‘Strength To Love’, Talia Pau mengajar penduduk lokal bagaimana menganyam bintang sebagai cara untuk membangun kembali kepercayaan

"Saya ingin agar bintang-bintang itu menjadi simbol cahaya, keberanian dan solidaritas untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan terhadap perempuan, intimidasi dan rasisme

” "Saya seorang penganyam dan saya tahu sukacita apa yang dibawa aktivitas menganyam untuk saya secara pribadi, jadi saya membuat gagasan untuk membuat setiap orang menganyam satu juta bintang

"Proyek ini dengan cepat berkembang menjadi lebih dari 100 komunitas penganyam bintang di seluruh Australia dan hingga mencapai Kanada, Inggris serta Kepulauan Pasifik

Instalasi kecil dari bintang-bintang tergantung di Museum Brisbane

ABC Radio Brisbane: Jessica Hinchliffe Perpustakaan lokal, kelompok pengungsi, asosiasi perempuan dan kelompok olahraga di Australia turut ambil bagian untuk membuat bintang dalam kelompok yang bernama ‘star-weaving jams’ (kolaborasi menganyam bintang)

Penganyam yang kini berbasis di Brisbane ini mengumpulkan satu juta bintang untuk sebuah instalasi seni di ajang olahraga Commonwealth Games tahun depan, sebagai simbol global "kerja sama dan mewujudkan masyarakat yang damai"

Saat ini, 750

000 bintang telah terkumpul di markas kelompok tersebut, dengan puluhan karton yang datang setiap hari terisi lebih banyak lagi

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas