Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Satu Lagi Senator Australia Mundur Karena Isu Kewarganegaraan

Wakil Pemimpin Partai Hijau Larissa Waters hari Selasa (18/7/2017) menyatakan pengunduran dirinya dari Senat Australia setelah menyadari…

Wakil Pemimpin Partai Hijau Larissa Waters hari Selasa (18/7/2017) menyatakan pengunduran dirinya dari Senat Australia setelah menyadari bahwa dia tidak memenuhi syarat untuk menjadi anggota Parlemen Federal yang dijabatnya sejak 2011.

Waters lahir di Kanada dan tidak meninggalkan kewarganegaraan Kanada saat mencalonkan diri sebagai caleg di Australia. Hal itu membuatnya tidak memenuhi syarat untuk menjadi pejabat.

Pengunduran diri senator asal dapil Queensland ini diumumkan kurang dari seminggu setelah senator Partai Hijau lainnya, Scott Ludlam menyatakan mundur setelah mengetahui bahwa dia juga berkewarganegaraan ganda Australia-Selandia Baru.

Pengunduran diri yang sebenarnya bisa dihindari tersebut membuat Partai Hijau telah kehilangan dua politisi terkuat mereka di Parlemen Australia dalam waktu kurang dari seminggu.

Konstitusi Australia mendiskualifikasi kandidat potensial dari pemilu jika mereka berkewarganegaraan ganda atau lebih.

Pengunduran diri Waters ini segera berlaku.

Mantan senator asal Queensland itu tampak menangis saat meminta maaf kepada konstituennya atas kelalaiannya ini.

Dalam sebuah pernyataan, Waters mengatakan bahwa dia belum pernah mengunjungi Kanada sejak meninggalkan negara itu sebagai bayi. Dia percaya bahwa dia telah dinaturalisasi di Australia.

Dia meminta nasihat hukum setelah adanya pengunduran diri Scott Ludlam. Waters mengatakan terkejut dan sedih atas nasihat hukum yang diterimanya.

"Saya sangat terpukul mengetahui gara-gara UU Kanada yang berusia 70 tahun, saya telah menjadi warga negara ganda sejak lahir. UU Kanada tersebut diubah seminggu setelah saya lahir dan mengharuskan saya untuk secara aktif meninggalkan kewarganegaraan Kanada," katanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas