Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Peringkat Kemampuan Membaca Siswa Australia Naik

Peringkat Australia di dunia internasional dalam hal kemampuan membaca siswa di sekolah mengalami kenaikan signifikan. Pencapaian…

Peringkat Australia di dunia internasional dalam hal kemampuan membaca siswa di sekolah mengalami kenaikan signifikan. Pencapaian ini telah membalikan kondisi rendahnya tingkat kinerja melek huruf di sekolah-sekolah di Australia selama satu dekade terakhir.

Penelitian Kemajuan Membaca Internasional (PIRLS) menempatkan Australia pada urutan ke-21 dari 50 negara di kalangan siswa Kelas 4. Posisi ini naik dari peringkat 27 ketika studi yang sama terakhir dilakukan pada tahun 2011 lalu.

Penelitian ini menemukan Singapura dan Rusia menjadi negara dengan tingkat kinerja paling menonjol di dunia dalam hal kemampuan membaca siswanya. Sementara Irlandia Utara, Inggris, Irlandia dan Polandia semua masuk dalam kelompok negara-negara yang memiliki kinerja teratas.

Sedangkan Australia masuk di kelompok dengan tingkat kinerja menengah, bersama dengan Amerika Serikat dan Kanada, namun masih mengungguli negara-negara lain termasuk Prancis, Selandia Baru dan Spanyol.

Namun, kenaikan peringkat ini tidak seluruhnya merupakan kabar baik. Studi tersebut juga menemukan bahwa di antara siswa yang memiliki kinerja tingkat kemajuan membaca rendah yakni sebesar 20 persen,  kemajuan yang didapat Australia masih tetap stagnan.

Dewan Riset Pendidikan Australia yang mengkoordinasikan penelitian di Australia, dan wakil CEO lembaga tersebut, Dr Sue Thomson, mengatakan bahwa temuan tersebut cukup menggembirakan.

"Saya pikir kita harus senang bahwa kita telah melakukan sesuatu untuk mengatasi apa yang ditandai sebagai masalah nyata di tahun 2011, dan tingkat pencapaian terbaik kita tampaknya membaik.

"Tapi pada analisis lebih lanjut masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

"Persoalan besar adalah proporsi siswa yang masih belum memiliki kemampuan membaca pada tingkat kemahiran yang standar untuk Australia atau internasional, dan fakta bahwa hal itu masih berdasarkan pada pengelompokan ekuitas, sehingga masih siswa dari golongan status sosial ekonomi (SES) yang rendah dan siswa dari kalangan masyarakat adat yang belum diperhitungkan. "

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas