Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Australia Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Pernikahan sesama jenis akan legal di Australia, menyusul keputusan Parlemen negara tersebut untuk mengubah Undang-Undang Pernikahan…

Kebijakan Koalisi untuk melakukan plebisit terkait pernikahan sesama jenis diblokir di Senat, tapi Jaksa Agung George Brandis mulai meredakan kemacetan politik ini dengan menghasilkan sebuah RUU.

RUU itu didasarkan pada pertimbangan bahwa jika plebisit benar-benar diadakan dan pemilih mendukung pernikahan sesama jenis, maka sebuah RUU akan dibutuhkan.

Lebih banyak siasat politik terbukti dengan cara komite Senat dipilih untuk memeriksa RUU tersebut, dengan sejumlah anggota termasuk Senator Dean Smith dan sesama Senator gay, Louise Pratt, dari Partai Buruh, serta para penentang pernikahan sesama jenis seperti Senator John Williams.

Emma Husar
Emma Husar membuat simbol cinta dengan tangannya di kelilingi anggota parlemen lainnya pada sidang akhir pembahasan amandeman UU pernikahan Australia.

ABC News: Matt Roberts

Dalam sebuah laporan yang berakhir dengan suara bulat, panitia meletakkan dasar bagi proses yang telah berakhir hari Kamis (7/12/2017), dengan menemukan jalan untuk mengakomodasi pandangan-pandangan yang dipegang teguh kedua sisi perdebatan.

Dalam UU baru itu, disebutkan bahwa para pemuka agama harus dibebaskan dari kewajiban memimpin pernikahan sesama jenis, lantaran adanya consensus bahwa kebebasan beragama tetap harus dilindungi.

Dan yang terpenting, UU baru itu menyebutkan bahwa pernikahan didefinisikan secara sederhana antara dua orang.

Pemungutan suara pada hari Kamis (7/12/2017) menerapkan pertimbangan tersebut, dan Dewan Perwakilan Rakyat Australia telah membatalkan perubahan yang dibuat oleh pemerintah PM John Howard pada tahun 2004 untuk membatasi pernikahan di Australia hanya antara pria dan wanita saja.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

  Loading comments...
berita POPULER
berita TERKINI
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas