Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lumba-Lumba Jenis Langka Terlihat di Sungai Terpencil Papua Nugini

Para ilmuwan telah menemukan dua spesies lumba-lumba langka di sebuah aliran sungai Papua Nugini yang terpencil.

Para ilmuwan telah menemukan dua spesies lumba-lumba langka di sebuah aliran sungai Papua Nugini yang terpencil.

Peneliti dari Universitas James Cook dan Universitas Papua Nugini menemukan lumba-lumba snubfin dan lumba-lumba punggung bungkuk (humpback) asal Australia yang hidup di Delta Kikori, di Provinsi Gulf, sebelah barat ibu kota Port Moresby.

Peneliti senior Universitas James Cook, Isabel Beasley, mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya tempat di luar Australia di mana lumba-lumba snubfin langka telah terlihat.

Para peneliti sekarang akan menyelidiki apakah penemuan tersebut menunjukkan mamalia laut mengikuti pemisahan yang sama dengan spesies terestrial antara Australasia dan Asia -sebuah jalur yang membentang antara Lombok dan Bali yang dikenal dengan ‘The Wallace Line’ atau Garis Wallace.

"Secara luas, mereka tampaknya mengikuti Garis Wallace, namun tahap selanjutnya adalah melihat di kepulauan Indonesia dan juga di Papua dan Papua Barat sendiri, di mana letak keanehan terjadi dan apa kekuatan pendorong di balik perbedaan kecil spesies tersebut," jelas Dr. Beasley.

Perhimpunan untuk Konservasi Alam Internasional (IUCN) mengakui pentingnya penemuan ini dengan menunjuk aliran sungai itu sebagai Kawasan Mamalia Laut Penting (IMMA).

Para peneliti mengatakan, populasi lumba-lumba yang begitu kecil harus dilindungi.
Para peneliti mengatakan, populasi lumba-lumba yang begitu kecil harus dilindungi.

James Cook University: Isabel Beasley

Kawasan itu juga mencakup bagian Bismark -daerah yang sekarang menjadi sasaran penambangan dasar laut eksperimental – sebagai sebuah IMMA.

Dr Beasley mengatakan bahwa aliran Sungai Kikori sekarang membutuhkan perlindungan dan konservasi lokal.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas