Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Australia Batalkan Uji Narkoba Untuk Penerima Tunjangan Sosial

Pemerintah Australia mengatakan membatalkan rencana untuk melakukan uji narkoba terhadap para penerima tunjangan sosial karena tidak…

Pemerintah Australia mengatakan membatalkan rencana untuk melakukan uji narkoba terhadap para penerima tunjangan sosial karena tidak mendapat dukungan memadai di Senat Majelis Tinggi Parlemen.

Rencana kontroversial tersebut sebelumnya sudah mendapat kritikan keras dari kelompok medis dan juga pakar mengenai kecanduan yang mengatakan bukti menunjukkan langkah seperti itu tidak akan berhasil.

Rencana ini pertama kali diumumkan dalam rancangan APBN Australia Juli lalu, dengan uji coba akan dilakukan di New South Wales, Queensland,dan Australia Barat.

Menteri Urusan Sosial Australia Christian Porter mengatakan usulan tersebut tidak mendapat dukungan memadai dari anggota Senat, dan karenanya dibatalkan dan mungkin diusulkan di masa depan.

"Rancangan UU mengenai ini akan tetap diajukan namun bagian soal uji narkoba tidak akan diikutkan sekarang ini." kata Porter.

"Namun kami tetap berkomitmen bahwa uji narkoba terhadap penerima tunjangan sosial akan dilakuan dalam uji coba untuk melihat apakah mereka yang menjalani perawatan kemudian akan meningkatkan kemungkinan mendapat pekerjaan."

"Uji coba itu harus memiliki aturan dan namun sekarang ini kami belum memiliki dukungan memadai, untuk membuat peraturan sehingga uji coba bisa dilakukan."

Menurut rencana aturan tersebut, 5 ribu pencari kerja di tiga tempat akan menjalani uji narkoba random mulai tahun depan.

Pemerintah mengatakan langkah tersebut akan membantu warga yang menerima tunjangan sosial tidak lagi terkena narkoba dan bisa masuk ke dunia kerja.

Bila seorang penerima tunjangan sosial positif menggunakan ganja, ice, ekstasi atau narkoba lain, uang tunjangan sosial yang mereka terima hanya bisa digunakan untuk hal tertentu saja.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas