Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Peta Australia Langka Berusia 354 Tahun Berhasil Direstorasi

Peta Australia abad ke-17 yang tak ternilai harganya telah dipasang di dinding untuk pertama kalinya selama berabad-abad setelah menjalani…

Peta Australia abad ke-17 yang tak ternilai harganya telah dipasang di dinding untuk pertama kalinya selama berabad-abad setelah menjalani penelitian dan upaya pelestarian ekstensif.

Peta besar Belanda yang diberi nama ‘Archipelagus Orientalis, sive Asiaticus (kepulauan Timur dan Asia)’ ini  diciptakan oleh pakar kartografer Joan Blaeu pada tahun 1663.

Peta kuno ini dibeli oleh Perpustakaan Nasional Australia pada tahun 2013 setelah ditemukan di gudang penyimpanan di Swedia.

Pada bulan Mei 2016, setelah dilakukan penggalangan dana massal yang berhasil mengumpulkan dana  $ 100.000 atau sekitar Rp1 miliar, peta tersebut dikirim ke Grimwade Centre di University of Melbourne.

"Peta kuno itu sangat rapuh," kata Denyl Cloughley, manajer pelestarian Perpustakaan Nasional Australia (NLA).

"Hanya dengan melihatnya saja, Anda pasti berpikir peta itu akan hancur berantakan."

Map kuno Australia tahun 1663 'Blaue map' sebelum dilakukan perawatan di Perpustakaan nasional Australia.
Map kuno Australia tahun 1663 'Blaue map' sebelum dilakukan perawatan di Perpustakaan nasional Australia ditutupi lapisan pernis.

Supplied: National Library of Australia

Pada beberapa periode dalam sejarahnya, peta tersebut telah ditutupi oleh pernis, yang akhirnya menjebak lapisan kotoran yang ada.
Ada juga kekhawatiran bahwa pernis itu telah mengaktifkan dan menyebarkan tembaga dalam pigmen hijau yang digunakan untuk menandai garis pantai, yang menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
"Pernisnya menjadi sangat kuning dan gelap, kertasnya terangkat dan melengkung, peta itu telah digulung," kata Cloughley.

"Ada retakan, tetesan air dan beberapa bagian yang hilang, peta itu telah menjalani hidup yang panjang.”

Warna asli peta terungkap

Para konservator di Grimwade Center memulai kerja keras merestorasi peta Australia kuni ini dengan mengambil ratusan foto dari peta itu, membaginya menjadi kotak-kota yang bisa dikerjakan.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas