Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pebalet Kondang Li Cunxin Tampil di Queensland

Setelah absen selama 18 tahun, pria yang dikenal dengan julukan \'Mao\'s Last Dancer\' (penari terakhir Mao) ini kembali ke panggung…

Setelah absen selama 18 tahun, pria yang dikenal dengan julukan \'Mao\'s Last Dancer\' (penari terakhir Mao) ini kembali ke panggung pertunjukaqn balet.

Li Cunxin akan tampil dalam pertunjukan tunggal dalam lakon Nutcracker bersama perusahaan pertunjukan balet ‘Queensland Ballet’ akhir pekan ini.

"Nutcracker merupakan salah satu lakon tari balet favorit saya. Ini merupakan lakon balet pertama yang saya tonton saat saya pergi ke Barat," katanya.

Kembalinya Li Cunxin telah menjadi kabar menghebohkan bagi seluruh komunitas penari di Queensland Ballet di Brisbane.

"Ketika saya tahu bahwa Li akan kembali tampil, saya sangat bersemangat," kata penari utama, Alex Idaszak.

Sebuah reuni yang sangat spesial

Li Cunxin sedang berlatih
Li Cunxin tidak menyangka cedera lama yang dideritanya akan menyulitkannya melakukan gerakan balet.

Suplied: David Kelly

Tapi untuk membiasakan kembali tubuhnya membawakan tarian balet ternyata cukup berat, bahkan bagi pria berusaia 56 tahun yang sangat fit ini.

"Jujur, perjalanan untuk sampai ke titik ini sangat menantang,” ungkap Li Cunxin.

"Secara mental, saya memiliki pengetahuan [mengenai tari balet] ini, saya memiliki semua kenangan indah tentang apa yang dapat saya lakukan dan apa yang mampu saya lakukan.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas