Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Buronan Terduga Pelecehan Seksual Ditangkap Di Israel

Kepolisian Israel telah menangkap kembali Malka Leifer, mantan kepala sekolah di Melbourne yang menjadi buronan di Victoria atas 74…

Kepolisian Israel telah menangkap kembali Malka Leifer, mantan kepala sekolah di Melbourne yang menjadi buronan di Victoria atas 74 tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Kepolisian Israel menuduh Malka Leifer telah memalsukan keterangan gangguan jiwa untuk menghindari ekstradisi ke Australia.

Malka Leifer dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa orang murid saat dia menjadi guru dan kepala sekolah di sekolah anak perempuan Adass Israel yang ultra-ortodoks di Melbourne, Victoria.

Pada tahun 2008, ketika tuduhan ini diajukan pertama kali, Malka Leifer melarikan diri ke Israel.

Dia kemudian ditangkap oleh polisi Israel pada tahun 2014, saat Australia mengajukan permintaan untuk ekstradisinya.

Malka Leifer dibebaskan dengan jaminan dan berhasil menghindari setiap sidang ekstradisi dalam tiga tahun terakhir, dengan mengklaim bahwa dia menderita serangan panik dan cemas dan terlalu sakit untuk menghadapi pengadilan.

Dua minggu yang lalu, dia kembali mengklaim menderita penyakit jiwa selama kemunculan terakhirnya di hadapan dewan peninjau psikiatri.

Polisi meluncurkan penyelidikan rahasia
Manny Waks, juru kampanye perlindungan anak
Juru kampanye perlindungan anak Manny Waks dan pemrotes lainnya di luar sidang pengadilan Israel tmenuntut ekstradisi Leifer pada bulan Februari 2016.

Namun polisi Israel sekarang telah mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan diam-diam atas klaim penyakit jiwa yang diajukan Malka Leifer.

Dalam sebuah pernyataan setelah dia ditangkap di sebuah pemukiman di Tepi Barat, yang menjadi kawasan pendudukan, pada hari Senin (12/2/2018) pagi, polisi Israel mengatakan bahwa mereka menangkap seorang wanita berusia 50 tahun "yang diduga menghalangi proses pengadilan dan berusaha menyembunyikan bukti dari sebuah kasus".

“Kami telah menemukan bukti baru yang menunjukkan bahwa dia mampu diadili," kata juru bicara polisi Israel Micky Rosenfeld kepada ABC.

"Ini merupakan penyelidikan yang sedang berlangsung dalam koordinasi dengan pihak berwenang Australia.”

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas