Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Peringatan Sentimen Anti-China di Vietnam

Cina memperingatkan warganya di Vietnam setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi mengenai rencana pemerintah untuk menciptakan…

Cina memperingatkan warganya di Vietnam setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi mengenai rencana pemerintah untuk menciptakan zona ekonomi baru bagi investasi asing yang telah memicu sentimen anti-China di negara itu.

Lebih dari 100 pengunjuk rasa ditangkap dan puluhan polisi terluka dalam unjuk rasa di Vietnam tengah pada hari Minggu, yang merupakan salah satu dari beberapa demonstrasi nasional melawan zona ekonomi khusus yang dikhawatirkan akan didominasi oleh investor China.

Kedutaan China di Hanoi mengumumkan di situs webnya yang menyebut protes itu sebagai "pertemuan ilegal" yang memasukkan sejumlah "konten anti-China".

"Kedutaan China di Vietnam sangat memperhatikan perkembangan yang relevan dan mengingatkan warga China di Vietnam untuk memperhatikan keamanan saat bepergian," sebut pemberitahuan itu.

Majelis Nasional Vietnam sepakat pada Senin untuk menunda pemungutan suara pada RUU, yang akan memungkinkan investor asing untuk menyewa tanah hingga 99 tahun dan memberikan insentif yang lebih besar dan pembatasan lebih sedikit daripada saat ini di negara ini.

Nguyen Thi Kim Ngan, ketua Majelis, mengatakan para pengunjuk rasa mungkin telah salah memahami sifat dari RUU itu.

"Orang harus tetap tenang, percaya pada keputusan partai dan negara, terutama dalam kenyataan bahwa Majelis Nasional selalu mendengarkan pendapat orang-orang ketika membahas rancangan," kata Ngan.

Protes publik jarang terjadi di Vietnam dan sering dengan cepat dipadamkan oleh polisi.

Puluhan polisi terluka dalam bentrokan

Pada hari Minggu, pengunjuk rasa di provinsi Binh Thuan melemparkan bom molotov dan batu bata ke polisi dan merusak kantor pemerintah dan kendaraan setempat, lapor media pemerintah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas