Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bea Cukai Denpasar dan Kudus Kompak Lakukan Penindakan Rokok di Bulan Juli 2018

Berdasarkan hasil survei cukai rokok ilegal 2018 yang dilakukan oleh P2EB FEB UGM diketahui bahwa terdapat penurunan persentasi rokok ilegal di 2018

Bea Cukai Denpasar dan Kudus Kompak Lakukan Penindakan Rokok di Bulan Juli 2018

Berdasarkan hasil survei cukai rokok ilegal 2018 yang dilakukan oleh Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (FEB UGM) diketahui bahwa terdapat penurunan persentase rokok ilegal di tahun 2018, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan persentase rokok ilegal di pasaran mengindikasikan pengawasan yang efektif dalam mendorong kepatuhan pengguna jasa di bidang cukai, seperti empat penindakan rokok ilegal yang dilakukan kantor-kantor pelayanan Bea Cukai di bulan Juli 2018 ini.

Penindakan pertama dilaksanakan oleh Bea Cukai Denpasar yang menggelar operasi pasar, pada Selasa (10/07/2018). Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Abdul Kharis mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin menggelar operasi pasar, “Salah satu fungsi Bea Cukai adalah sebagai revenue collector, yakni memungut bea masuk, bea keluar, serta cukai secara maksimal dalam rangka tercapainya target penerimaan negara, termasuk diantaranya mencegah potensi kerugian yang terjadi. Dalam rangka menjalankan fungsi tersebut, kami rutin melakukan operasi pasar guna melakukan tangkap tangan terhadap para pengedar Hasil Tembakau (HT) yang tidak dilekati maupun dilekati pita cukai tidak sesuai peruntukannya.”

Dalam operasi pasar tersebut, petugas mendapatkan rokok ilegal dengan modus tidak dilekati pita cukai dan diduga dilekati pita cukai tidak sesuai ketentuan, yang diedarkan jaringan distributor rokok polos di Bali. Sebelumnya, petugas telah memantau selama kurang lebih satu bulan di daerah Singaraja, dan akhirnya pada tanggal 10 juli ini petugas melakukan penindakan terhadap pemilik barang berinisial WA yang kedapatan menawarkan rokok ilegal di sebuah warung. Dari hasil penggeledahan di tempat tinggal WA, petugas mengamankan 197.320 batang rokok ilegal senilai Rp197.320.000,00 dengan potensi kerugian negara Rp69.851.280,00.

“Rokok ilegal tersebut, didatangkan dari Jawa Timur dengan kemasan karton coklat dalam karung, dan diangkut menggunakan bus penumpang bersama barang lainnya, untuk selanjutnya dijual di daerah Singaraja, Seririt, Karangasem, dan sekitarnya. Atas barang bukti tersebut, WA yang berpotensi sebagai tersangka dibawa ke Bea Cukai Denpasar guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelas Abdul Haris.

Di akhir bulan Juli ini, lanjut Bea Cukai Kudus yang melakukan upaya untuk memberantas peredaran rokok ilegal. Pada Senin (23/07), petugas menghentikan sebuah mobil pick up berwarna putih yang melaju dari Surabaya menuju Jepara di Jalan Mayong-Jepara. Keberadaan mobil yang diduga membawa rokok ilegal ini bermula dari adanya partisipasi aktif masyarakat, yang melaporkan tentang adanya mobil pick up yang diduga membawa rokok ilegal.

Menindaklanjuti informasi ini Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bersinergi dengan Bea Cukai Kudus melakukan pemantauan di jalur yang akan dilalui mobil tersebut.

Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Imam Prayitno mengungkapkan kronologi penindakan tersebut, “Kami melakukan pemantauan di jalur yang dilewati mobil tersebut. Pemantauan yang dilakukan sejak 19.00 WIB akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa saat, yakni sekitar pukul 21.00 WIB petugas melihat sebuah mobil yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan mobil yang ditargetkan dan segera membuntutinya. Setelah memperhitungkan keamanan dan keselamatan, petugas menghentikan laju mobil pick up tersebut di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada pukul 21.15 WIB. Dari pemeriksaan awal diketemukan 10 koli berisi rokok SKM sejumlah 158.120 batang yang diduga ilegal dan dilekati pita cukai palsu.”

Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, Imam menambahkan, tersangka berinisial AF (23) dan 1 unit mobil pick up diamankan Bea Cukai Kudus. Dari penangkapan ini diperkirakan nilai barang yang diamankan sebesar Rp113.055.800 dan total potensi kerugian negara berupa cukai yang tidak dibayar sebesar Rp58.504.000,00. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas