Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ikut Musnahkan 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal, Sri Mulyani Harapkan Meningkatnya Penerimaan Negara

Menteri Keuangan, Sri Mulyani bersama sejumlah personel Polda Jatim, Koarmada 2, Bea dan Cukai dan instansi lain melakukan pemusnahan rokok ilegal

Ikut Musnahkan 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal, Sri Mulyani Harapkan Meningkatnya Penerimaan Negara
dok. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Menteri Keuangan, Sri Mulyani ikut dalam konferensi pers di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bersama beberapa pejabat dari instansi terkait, Kamis (2/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

Menteri Keuangan, Sri Mulyani bersama sejumlah personel Polda Jatim, Koarmada 2, Bea dan Cukai dan instansi lain datang ke Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pada Kamis (2/8/2018) siang.

Mereka melakukan pemusnahan jutaan rokok tanpa cukai alias ilegal.

Sebelumnya, Sri Mulyani dan beserta pihak terkat melakukan konferensi pers terkait kasus penyelundupan tiga kontainer berisi 50.664 miras dan peredaran 30 juta batang rokok ilegal di Jatim yang telah digagalkan.

Dalam konferensi pers tersebut Sri Mulyani mengatakan, pemerintah selalu berupaya untuk menciptakan kondisi ekonomi yang sehat dan kondusif.

Dikatakan Sri Mulyani, untuk mencapai kondisi itu, satu cara yang dilakukan adalah menekan seminimal mungkin praktik penyelenggaraan impor dan peredaran barang ilegal.

"Kondisi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya akan meningkatkan penerimaan negara dan akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Sri Mulyani pada awak media, Kamis (2/8/2018).

Sri menambahkan, penyelundupan tiga kontainer berisi 50.664 botol minuman keras tersebut berasal dari Singapura.

Secara simbolis, sekitar 16,8 juta batang rokok ilegal hasil tangkapan kantor wilayah dan pelayanan di lingkungan Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim 1 Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kemudian dimusnahkan.

Sedangkan untuk miras impor akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang ada di Indonesia.

"Oleh karena itu, Kementerian Keuangan, (yang didalamnya ada Direktorat Jenderal bea dan cukai) pada 12 Juli 2018 lalu meluncurkan program penertiban impor berisiko tinggi (PIBT)," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan program PIBT itu bersinergi dengan Polri, TNI, Kejaksaan, KPK, PPATK, Kementerian Perdagangan serta instansi terkait lain termasuk pemerintah daerah.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Ikut Musnahkan 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal, Sri Mulyani Harapkan Meningkatnya Penerimaan Negara, http://jatim.tribunnews.com/2018/08/02/ikut-musnahkan-168-juta-batang-rokok-ilegal-sri-mulyani-harapkan-meningkatnya-penerimaan-negara.
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
Sumber: Tribun Jatim
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas