Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Begini Jawaban Asosiasi Logistik dan Pertekstilan atas Kabar Maraknya Impor Pakaian Jadi

Bea Cukai telah mengeluarkan berbagai insentif dalam bentuk kemudahan prosedural dan fiskal salah satunya dengan fasilitas Pusat Logistik Berikat

Begini Jawaban Asosiasi Logistik dan Pertekstilan atas Kabar Maraknya Impor Pakaian Jadi
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
Ilustrasi petugas Bea Cukai. 

Selaku Trade Facilitator dan Industrial Assistant, Bea Cukai telah mengeluarkan berbagai insentif dalam bentuk kemudahan prosedural dan fiskal salah satunya dengan fasilitas Pusat Logistik Berikat.

Salah satu tujuan PLB dibentuk adalah untuk menunjang industri dalam negeri dengan memberikan fasilitas fiskal terhadap impor bahan baku yang dapat menunjang industri.

Menanggapi terkait kabar yang menyatakan bahwa banyaknya impor pakaian jadi dari China, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Masita mengatakan sejauh ini belum ada PLB yang mendistribusikan barang berupa pakaian jadi impor dari China.

“Salah satu tujuan PLB dibentuk adalah dengan tujuan untuk menunjang industri dalam negeri dengan memberikan fasilitas fiskal terhadap impor bahan baku yang dapat menunjang industri, sehingga tidak mungkin akan diberikan izin memasukkan pakaian jadi ke dalam PLB,” ungkap Zaldy.

Pakaian jadi masih mungkin masuk dalam PLB barang jadi dan PLB e commerce, tapi sampai saat ini PLB barang jadi masih khusus untuk MMEA dan PLB e commerce kini belum beroperasional, tambahnya.

Ia juga memaparkan bahwa, untuk mendukung usaha kecil menengah ada PLB Industri Kecil Menengah (IKM) yang salah satu fungsinya sebagai kanal bahan baku industri kecil dan menengah di dalam negeri.

Pengeluaran dari PLB ke IKM juga tetap mengikuti ketentuan tata niaga yang berlaku di Indonesia.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Deni Surjantoro turut mengungkapkan ketentuan impor bahan baku melalui PLB.

“Bahan baku dapat diimpor langsung melalui PLB atau oleh importir umum untuk tujuan akhir kepada IKM. Jika dilakukan oleh importir umum dipersyaratkan mempunyai surat dari Kementerian Perdagangan yang berisi data IKM dan jumlah serta jenis yang boleh diimpor atau kuota. Kuota yang dimiliki oleh IKM ini dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan yang berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian,” ungkap Deni.

Zaldy menambahkan bahwa dengan adanya PLB, industri tekstil seharusnya merasa terbantu karena PLB kapas yang merupakan bahan baku utama dari industri tekstil merupakan PLB jenis pertama yang diluncurkan dan memberikan penghematan dan keunggulan kompetitif yang sangat besar bagi industri tekstil baik industri besar, menengah dan UKM.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas