Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Awas Tertipu Parsel Cuci Gudang

Kepala Badan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, I Gde Nyoman Suandi mengingatkan pembeli

Awas Tertipu Parsel Cuci Gudang
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Kepala Badan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, I Gde Nyoman Suandi mengingatkan pembeli maupun penerima parsel lebaran agar hati-hati pada fenomena parcel cuci gudang.  

Suandi, yang sudah enam bulan bertugas di Medan, mengatakan penjual parcel umumnya juga menjual bahan pangan sehari-hari.

"Jadi ada dari mereka yang curang dengan memasukan ke dalam parcel itu makanan dan minuman yang sudah tidak laku, atau bisa juga sudah kedaluwarsa," katanya dalam Diskusi Harian  Tribun Medan, di ruang redaksi Jl Wahid Hasyim, Medan, Rabu (17/7/2013). 

Ia mengakui parsel cuci gudang juga banyak ditemukan di daerah lain, termasuk di Medan. "Sering juga ditemukan sirup dengan memiliki kandungan manis buatannya melebihi kadar ketentuan hingga lima kali lipatnya," ujarnya.     

Apalagi, katanya, parcel dikirim kepada seseorang atau instansi, sehingga yang menikmati bukan si pembeli melainkan orang lain. Sehingga yang mengetahui kualitas barang tersebut bagus atau buruk termasuk yang memakan adalah orang lain. 

Suandi menjelaskan, yang harus diperhatikan saat membeli parcel di antaranya, memilih makanan dan minuman yang sudah dikenal atau merek dan produsennya terpercaya. Kemudian, lihat performance maupun tampilannya. "Bagaimana warnanya bagus apa tidak. Selain lihat juga keutuhan kemasannya jangan sampai yang rusak," katanya.

Ia mengaku juga sering menemukan kandungan tidak halal. Yang tak kalah penting, label masih terbaca, kemudian tertulis waktu kedaluwarsanya. "Hati-hati dengan makanan yang mudah  packing," ujarnya.

"Selama Ramadan ini BBPOM menambah frekuensi pengawasannya hingga 24 kali. Kalau di bulan-bulan biasanya 14 kali, karena di bulan puasa makanan dan minuman siap saji juga banyak beredar di masyarakat," ungkapnya. 

Selama sepekan Ramadan ini, katanya, BBPOM Medan telah mengambil 74 sampling  jajanan di seputaran Kota Medan, dan 22 item tidak mengandung zat berbahaya seperti formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.

Formalin dan Boraks, merupakan bahan pengawet. Formalin larutan tanpa warna dan baunya sangat tajam. Boraks senyawa kimia berbentuk kristal lunak. Jika zat ini tertelan, bisa menyebabkan mual, perut terasa panas, muntah, diare, kerusakan jantung, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal serta organ tubuh lainnya. Efek itu akan terasa jika tertelan dalam jumlah besar. Namun, makanan yang mengandung formalin dalam jumlah sedikit, akan berdampak jika dikonsumsi terlalu sering.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas