Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gejolak Rupiah

Pengamat: Ironis Nilai Tukar Rupiah Tergantung Kejadian di Luar Negeri

Pengamat Pasar Uang, Farial Anwar menilai ironis terhadap pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini.

Pengamat: Ironis Nilai Tukar Rupiah Tergantung Kejadian di Luar Negeri
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pengamat Pasar Uang, Farial Anwar menilai ironis terhadap pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, rupiah yang sempat menembus angka Rp 12.900 per dolar Amerika Serikat adalah yang terburuk sejak 2008.

"Ini sangat ironis nilai tukar kita tergantung pada apa yang terjadi di luar negeri. Ini sangat memprihatinkan," kata Farial dalam diskusi bertema "Seberapa Lama Rupiah Melemah?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/12/2014).

Farial mengaku tidak banyak berharap dengan pemerintah saat ini untuk menyelesaikan pelemahan rupiah. Menurutnya, pemerintah saat ini justru kerap mengeluarkan statement-statement yang seharusnya tidak dilontarkan.

"Karena statement pemerintah memberikan respon terhadap pergerakan pasar. Statement itu justru menambah negatif," tuturnya.

Farial mencontohkan pernyataan pemerintah yang mengatakan cadangan devisa Indonesia tidak perlu digunakan untuk intervensi pelemahan rupiah. Menurutnya, membuat statement adalah domain dari Bank Indonesia.

"Itu fatal menurut saya. Itu tidak harus keluar statement dari pemerintah," tandasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Berita Terkait :#Gejolak Rupiah

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas