Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pengusaha Nilai Pemerintah Tidak Nyambung Targetkan Harga Daging Sapi

Yang ditargetkan Pemerintah itu daging segar, tapi patokannya harga daging beku

Pengusaha Nilai Pemerintah Tidak Nyambung Targetkan Harga Daging Sapi
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Pedagang daging sapi sedang melayani pembeli di Pasar Sleman, Senin (10/8/2015). Harga daging sapi masih tinggi sejak naik pada lebaran lalu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku usaha di bidang daging, Yustinus Satmoko menilai Pemerintah blunder atau tidak sambung terkait target harga daging yang ditetapkan beberapa waktu lalu.

"Yang ditargetkan Pemerintah itu daging segar, tapi patokannya harga daging beku. Itu enggak nyambung," ujar Yustinus dalam dialog Perspektif Indonesia yang diselenggarakan oleh Smart FM bersama Populi Center di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (4/6/2016).

Yustinus yang juga sebagai Presiden Direktur Tiga Tunggal Adi Mulya ini mengatakan, harga daging segar memiliki perbedaan dengan harga daging beku.

Daging beku atau daging secondary, kata Yustinus, memiliki harga standar di Luar Negeri yaitu Rp80.000. Sementara, daging segar itu hampir menyentuh angka Rp 120.000.

"Itu saja harga Rp120.000 dapat untungnya mepet," kata Yustinus.

Diberitakan sebelumya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa harga daging sapi harus mencapai Rp80.000 sebelum lebaran.

"Kira-kira tiga minggu lalu saya perintahkan kepada menteri. Caranya saya tidak mau tahu, tetapi sebelum lebaran harga daging harus dibawah Rp80.000," kata Presiden.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas