Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pembayaran Tol Gunakan Sistem Non Tunai, Jasa Marga Janji Takkan PHK Karyawan

PT Jasa Marga Tbk (Persero) berjanji tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)

Pembayaran Tol Gunakan Sistem Non Tunai, Jasa Marga Janji Takkan PHK Karyawan
JASA MARGA
Gerbang Tol Otomatis (GTO) Kapuk. Ruas tol merupakan salah satu dari sejumlah ruas jalan tol dalam kota yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (Persero) berjanji tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), meskipun ke depan pembayaran seluruh tol menggunakan e-money atau sistem non tunai.

"Kami tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja, kalau ada skema lain akan dibuat kesepakatan manajemen dan pihak karyawan, tapi jaminannya tidak akan melakukan PHK," tutur Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arriyano menambahkan, penerapan pembayaran tol dengan menggunakan e-money bukan berarti perseroan tidak membutuhkan sumber daya manusia lagi, namun nantinya pekerja dapat bertugas di ruas tol lain.

"Kami akan operasikan tol sepanjang 667 kilometer dan bisa dibayangkan serapan jumlah gardu tolnya, walaupun gardu GTO bukan berarti kami tidak memerlukan karyawan. Pastinya kami tidak ada program PHK," tutur Desi di tempat yang sama.

Pada tahun ini, Jasa Marga akan mengoperasikan enam ruas tol baru dengan total keseluruhan 210 kilo meter yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah berencana mengalihkan seluruh pembayaran tol dengan transaksi elektronik non tunai.

Tujuannya untuk memperlancar antrean di gerbang tol yang sering mengalami penumpukan kendaraan karena pembayaran tunai.

Untuk pertama kalinya pembayaran nontunai akan diberlakukan di semua gerbang tol di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Peralihan pembayaran dari tunai ke non tunai ini merupakan sebuah keharusan yang akan diatur dalam Peraturan Menteri PUPR.

Selain perpindahan dengan pembayaran nontunai, Basuki juga mengatakan, peraturan tersebut juga tidak membatasi pembayaran tol non tunai menggunakan e-money terbitan bank-bank milik negara (BUMN) saja.

Jadi, semua bank, termasuk bank swasta, juga akan mendapatkan kesempatan untuk melayani transaksi pembayaran tol secara non tunai.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas