Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Infrastuktur Berperan dalam Peningkatan Kepercayaan Pelaku Pasar

IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Indeks akhir pekan Jumat (17/3/17) ditutup naik 0,40 persen

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Indeks akhir pekan Jumat (17/3/17) ditutup naik 0,40 persen atau 22,191 poin ke level 5.540,432.

Rekor tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Kenaikannya melampaui PER sejumlah bursa Asia.

Kenaikan terjadi setelah investor ramai-ramai melakukan aksi beli. Bukan hanya lokal, asing pun ramai-ramai kembali masuk ke pasar modal lokal. Asing melakukan net buy hampir Rp 2,5 triliun.

Sektor perbankan dan infrastruktur masih punya pengaruh besar bagi para pelaku pasar dari lokal, maupun luar negeri. Yang paling menunjukkan pergerakkan paling banyak ada di saham BUMN.

Menurut pelaku pasar modal (investor retail), Efrizan, mengatakan keseriusan pemerintah dalam melakukan perbaikan infrastruktur menjadi satu alasan serta tingginya tingkat kepercayaan para investor.

"Yang paling banyak berpengaruh dari sisi pergerakan paling banyak saham BUMN. Nah kalau habis Maret APBN sudah pada cair, semua pada siapin jurus. Dari sektor perbankan, dan infrastruktur dari BUMN" kata Efrizan, Senin (20/3/17) pagi.

Kerja nyata dan keseriusan pemerintahan Presiden Jokowi dirasa sangat menentukan untuk berperan meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia, khususnya infrastuktur.
Tak hanya itu, dengan kehebatan para timnya, khusunya pada lini ekonomi, dikatakan Efrizan, Menteri Ekonomi, Sri Mulyani cukup berperan penting. Terlebih strategi yang dilakukan Sri Mulyani dalam mengembangkan APBN dinilai tepat sasaran.

Pola seperti ini yang terpenting, optimis pasar cukup tinggi dengan melihat kinerja sebuah negara dari sektor bursa yang perputaran uangnya sangat cepat.

Menurut Efirizan, investor sudah cerdas baik di Indonesia, maupun luar negeri, terutama pada APBN yang ada. Apalagi dengan pencapaian pajak yang cukup mendekati pada kisaran kenaikan sekitar 83 persen atau sekitar 1300 triliun dari target 1500 triliun.

"Jokowi sangat cerdik dengan tim nya. 2014-2016 seluruh komoditi turun kecuali pada 2016 akhir batu bara mulai naik, mau ngomong nikel, minyak. Kita kan dagangnya material.
Jokowi bilang, "Saya ngak bisa jualan, tapi saya akan perbaikin infrastruktur, PLN harus sekian". Pasar melihat ada orang gila di Indonesia, walaupun 2015 cuma tercapai 20 persen di 2016," tambahnya.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas