Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kementerian ESDM Akan Percepat Pemakaian BBG untuk Sektor Transportasi

"Kalau kaitan dengan amdal, semua usaha kan harus ada amdalnya dan skalanya ada tingkatan luasan sekian."

Kementerian ESDM Akan Percepat Pemakaian BBG untuk Sektor Transportasi
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Ismeth (baju biru) mengamati mobil taksi miliknya yang sedang dipasangi instalasi converter kit di SPBG Batam, Selasa (13/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mempercepat pemanfaatan bahan bakar gas (BBG) untuk transportasi jalan.

Hal tersebut sesuai dengan peraturan menteri ESDM Nomor 25 tahun 2017 yang mewajibkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) menyediakan sarana pengisian BBG CNG minimal satu dispenser.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pemanfaatan bahan bakar gas (BBG) jenis compressed natural gas/CNG untuk kendaraan transportasi jalan. Percepatan ini sesuai dengan mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2017.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono menuturkan jika SPBU mau menjual bahan bakar gas harus memiliki izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) terlebih dulu.

"Kalau kaitan dengan amdal, semua usaha kan harus ada amdalnya dan skalanya ada tingkatan luasan sekian. Itu ada semua. Jadi kita tetap harus mewajibkan semuanya dengan amdal atau menyertakan surat pengelolaan lingkungan. Jadi semuanya ada aturannya," ungkap Bambang Hendroyono di Gedung Kementerian PAN-RB, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

Bambang meminta agar Kementerian ESDM melakukan koordinasi dengan KLHK untuk mendiskusikan program tersebut agar  tidak menimbulkan resiko saat pelaksanaan nantinya.

"Itu yang perlu dilihat aspek lingkungannya. Tapi sudah (didiskusikan dengan kementerian ESDM). Ini kan mendorong sebagai substitusi energi," pungkas Bambang Hendroyono.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas