Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
Home »

Bisnis

»

Mikro

Pedagang Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati Mengeluh Rugi

"Bagaimana dagangan saya mau laku. Saya jual sesuai HET, sementara adayang jual cuma Rp 25.000/kg," kata Jelly

Pedagang Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati Mengeluh Rugi
Warta Kota/adhy kelana/kla
Pedagang bawang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan bawang putih yang dijual oleh pemerintah melalui operasi pasar sebesar Rp 25 ribu perkilogram.

Selain harga tersebut di luar harga eceran tertinggi (HET). Banyak pedagang, juga konsumen yang menduga bawang tersebut adalah stok lama, karena banyak ditemukan dalam kondisi busuk dan tak layak konsumsi.

"Bagaimana dagangan saya mau laku. Saya jual sesuai HET, sementara adayang jual cuma Rp 25.000/kg," kata Jelly seorang pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Rabu (17/5/2017).

Menurutnya, harga bawang putih mengalami penurunan signifikan sejak akhir pekan kemarin.

Namun, terkait harga jual yang diberikan pemerintah sebesar Rp 25 ribu perkilogram, Jelly menduga barang yang diberikan adalah stok lama.

"Sejauh ini yang saya jual ada yang bagus. Tapi pernah ada yang dapetin kalau barang yang dibeli dari pemerintah dengan harga segitu (Rp 25.000/kg), ada yang busuk. Mungkin stok lama juga makanya dijual murah," katanya.

Wanita asal Sumatera Utara ini berharap, agar pemerintah dapat memperhatikan pedagang dan pembeli.

"Pemerintah harus perhatikan nasib pedagang dan pembeli. Stabilkan harganya, berikan kuliatasnya yang bagus," katanya.

Sementara itu, Manager Pasar Induk Kramat Jati, Nurman Hadi mengaku belum mengetahui kualitas bawang putih yang di luar standar. Dirinya akan mengecek mutu bawang itu jika pengaduan didapatkan.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas