Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

The Ambengan Tenten, Komplek Hunian dengan Konsep Flat Residences Pertama di Bali

Sektor pariwisata masih menjadi andalan ekonomi di Bali. Tingginya tingkat kunjungan wisatawan direspon dengan banyaknya pembangunan hotel

The Ambengan Tenten, Komplek Hunian dengan Konsep Flat Residences Pertama di Bali
Istimewa
The Ambengan Tenten hadir memberikan solusi hunian bagi mereka yang tinggal dan bekerja untuk jangka waktu relatif lama di pusat kota Denpasar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali pada triwulan I 2017, pertumbuhan perekonomian Bali mencapai 5,75 persen jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan secara nasional pada periode yang sama tercatat 5,01 persen. Dengan perkembangan terakhir, BI optimistis perekonomian Bali Tahun 2017 diprediksi tumbuh pada kisaran 6,2-6,6 persen (yoy).

Pertumbuhan ekonomi memiliki korelasi positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali terbaru, jumlah pekerja di Bali pada Februari 2017 mencapai 2.437.494 orang, angka ini bertambah 105.430 orang atau 4,52% dibandingkan dengan periode yang sama Februari 2016 yaitu 2.332.064 orang. Angka ini melebihi jumlah peningkatan pekerja secara nasional, yang hanya naik sebesar 3,22%.

Saat ini, Sektor pariwisata masih menjadi andalan ekonomi di Bali. Tingginya tingkat kunjungan wisatawan direspon dengan banyaknya pembangunan hotel, kondotel dan villatel memiliki peran cukup besar bagi permintaan tenaga kerja.

Namun sektor lain juga berkontribusi cukup besar bagi laju pertumbuhan ekonomi Bali. Sebagai contoh, saat ini Kota Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali, tidak hanya menjadi daerah tujuan wisata, namun juga tumbuh menjadi pusat kegiatan bisnis, usaha perdagangan, perbankan, hiburan, hotel, restoran, pendidikan serta industri.

Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan tenaga kerja baik lokal maupun ekspatriat, Dan secara otomatis membawa dampak peningkatan kebutuhan hunian bagi para karyawan, tenaga kerja profesional, ekspatriat dan pengusaha. “Saat ini, guest house dan kost masih menjadi pilihan akomodasi favorit.

Di Denpasar, tingkat hunian guest house atau kost rata-rata bisa mencapai 80%. Dengan harga sewa bulanan untuk kos kosan setara service apartment mencapai antara Rp. 3 Juta-Rp 7 juta/bulan untuk luas kamar 18 m2-38m2, padahal fasilitas yang dimilikinya bisa dikatakan minim, tempat parkirnya terbatas dan dikelola secara sederhana,” ujar Martin Wahjudy, principal Ray White Denpasar dalam rilisnya.

“Berdasarkan hasil riset, bahwa sebuah kamar yang dilengkapi fasilitas dapur, parkir kendaraan yang luas dan ditunjang fasilitas lengkap lainnya tetapi dengan harga yang terjangkau merupakan kebutuhan bagi para tenaga kerja di Bali, khususnya Kota Denpasar yang mana saat ini kriteria seperti itu sangat sulit ditemukan.” tambah Martin Wahjudy.

Melihat potensi pasar yang ada, The Ambengan Tenten hadir memberikan solusi hunian bagi mereka yang tinggal dan bekerja untuk jangka waktu relatif lama di pusat kota Denpasar.

The Ambengan Tenten, adalah komplek hunian dengan konsep flat residences pertama di Bali yang setara dengan service apartment terletak di jantung Kota Denpasar, Bali, Mereka bisa menyewanya melalui operator atau membelinya dengan cara pembayaran angsuran ringan, baik tenaga kerja lokal ataupun expatriat bisa membeli dan menempatinya.

Selain itu unit The Ambengan Tenten juga dapat dimiliki oleh investor yang kemudian bisa diserahkan kepada operator yang kami tunjuk untuk selanjutnya dikelola untuk disewakan dengan pembagian hasil 90% untuk investor dan 10% untuk operator,” ujar Yayan, Direktur Sales & Marketing The Ambengan Tenten.

“Kami meluncurkan produk dengan konsep baru ini sebagai tempat tinggal sekaligus sebagai instrumen investasi yang menguntungkan. Bagi konsumen yang ingin menempati, dengan harga beli unit mulai dari Rp 300 juta an per unit untuk Hak Sewa Pakai 20 tahun , setara dengan biaya sewa Rp 1,3 juta/bulan, atau setara dengan Rp 43 Ribu/ hari. Sangat murah dibandingkan dengan harga sewa guest house atau kos ekslusif yang harganya mencapai Rp 7 Juta/bulan. PT Nusantara Raja Jaya, sebagai pengembang saat ini dalam tahap negosiasi untuk menggandeng operator yang profesional dan sudah berpengalaman untuk mengelola The Ambengan Tenten,” ungkap Yayan.

Sedangkan keuntungan untuk investor akan menerima garansi sewa (rental guarantee) selama 3 tahun pertama sebesar 8% per tahun dengan captive market para karyawan, tenaga kerja profesional, bisnisman dan ekspatriat sebagai penyewanya. Imbal hasil yang akan diperoleh para investor nantinya diperkirakan break even point (BEP) di tahun ke 7-8.

Sebagai bentuk proteksi terhadap investor, pengembang bahkan memberikan garansi yang kedua yaitu garansi BEP dalam 10 tahun secara notarial. Dengan kata lain mulai tahun ke 11 sampai tahun ke 20 adalah tinggal profitnya saja. Tambahannya harga beli unit sudah termasuk dengan polis asuransi bekerja sama dengan pihak Commonwealth Life akan memberikan lagi potensi keuntungan kurang lebih sebesar nilai investasi (Rp.350 Juta) di akhir masa sewa tahun ke 20.

Keunggulan lain, berbeda dengan hotel dan condotel, The Ambengan Tenten menitikberatkan untuk memenuhi kebutuhan hunian jangka panjang (bulanan dan tahunan) sehingga tingkat huniannya relatif stabil, sementara hotel dan kondotel menitikberatkan penyewanya dari potensi kunjungan wisatawan untuk memenuhi kebutuhan hunian harian, sehingga tingkat huniannya lebih fluktuatif.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas