Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

UMKM Indonesia Siap Saling Bertukar Produk dengan UMKM Provinsi Fujian, China

"Kita bisa mendapatkan alat produksi dari China dan produknya. UMKM kita juga bisa memasarkan produknya kesana."

UMKM Indonesia Siap Saling Bertukar Produk dengan UMKM Provinsi Fujian, China
HANDOUT
Penandatanganan kerjasama Induk UMKM Indonesia dengan Rikananta China Trade International Limited di Jakarta, Jumat (19/5/2017). Penandatanganan kerjasama ini diwakili oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Induk UMKM Hariadi Saptadji dengan Direktur Rikananta, Lin Guo Biao. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi China saat ini adalah berkembang pesatnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dalam 30 tahun terakhir, Pemerintah China berhasil mengangkat tingkat kesejahteraaan hidup 600 juta rakyat miskinnya lewat penggiatan kewirausahaan dan UMKM.

Sukses itu yang ingin direplikasi di Indonesia oleh Induk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia. Melalui penandatangan kerjasama dengan Rikananta China Trade International Limited, Fujian, China, Induk UMKM Indonesia berniat meningkatkan akses pasar dan kemampuan produksi UMKM Indonesia.

Penandatanganan kerjasama Induk UMKM Indonesia dengan Rikananta China Trade International Limited dilakukan di Jakarta, Jumat (19/5/2017) antara Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Induk UMKM Hariadi Saptadji dengan Direktur Rikananta, Lin Guo Biao.

Anggota Dewan Pendiri Induk UMKM Indonesia Wayan Alit Antara mengatakan, penandatanganan kerjasama ini menjadi momentum baik bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan UMKM di China.

"Untuk tahap awal, kerjasama ini akan diwujudkan dalam bentuk saling bertukar promosi produk yang dalam tiga tahun ke depan harus sudah terlihat hasilnya," ungkap Wayan.

Dia menambahkan, pelaku usaha UMKM di Indonesia memiliki peluang membuat aneka produk kreatif. Namun mereka menghadapi kendala pada ketersediaan alat produksi.

"Kita bisa mendapatkan alat produksi dari China dan produknya. UMKM kita juga bisa memasarkan produknya kesana," jelasnya.

Untuk tahap awal pihaknya ingin melibatkan 1.000 UMKM dalam kerjasama ini.

Direktur Rikananta, Lin Guo Biao mengatakan, produk yang dihasilkan saat ini fokus pada produk pertanian dan kehutanan. "Banyak sekali produk kita di sektor ini yang bisa dipasarkan di Indonesia dan begitu juga sebaliknya," imbuhnya.

Dia mencontohkan produk saos tomat kalengan yang diolah dari ribuan hektar panenan buah tomat di Xinjiang yang merupakan provinsi miskin di China, kini produknya telah diekspor ke puluhan negara, termasuk negara-negara di kawasan Eropa. "Pabrik pengolah tomat ini sudah beroperasi sejak 20 tahun lalu," ungkap Lin Guo Bao.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas