Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Beranikah Bank Berikan Cicilan KPR Tanpa Uang Muka?

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meragukan ada Bank yang berani menyalurkan KPR tanpa uang muka.

Beranikah Bank Berikan Cicilan KPR Tanpa Uang Muka?
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Warga berswafoto di perumahan Desa Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera utara. KPR BTN Mikro diharapkan bisa menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah terutama pekerja pada sektor informal yang jumlahnya diprediksi mencapai 6,5 juta orang. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meragukan ada Bank yang berani menyalurkan  Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tanpa uang muka.

PUPR menilai uang muka besar dalam membeli rumah lebih baik dibanding menghilangkan uang muka dalam memulai KPR.

‎"Saya menganggap lebih baik uang muka besar karena cicilannya lebih ringan," tutur Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Menurut Lana, pelaksanaan uang muka nol rupiah yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibolehkan saja, namun hal tersebut tergantung dari pihak perbankan sebagai penyalur KPR.

Baca: Program Uang Muka Rumah Nol Persen Anies Diragukan

"Dalam aturan Bank Indonesia tentang LTV (loan to value) itu hanya untuk bank, tidak berlaku untuk program pemerintah, tapi apakah bank itu berani menyalurkan KPR, umumnya bank tidak berani," tutur Lana.

Alasan bank tidak bersedia menyalurkan KPR tanpa uang muka, kata Lana, bank tidak dapat melihat sejarah dari calon nasabahnya, sehingga bank khawatir jika disalurkan pembiayaan nanti terkendala dalam cicilannya.

"‎Bank BTN itu memperbolehkan uang muka 1 persen tapi syaratnya pembayaran gaji melalui BTN, jadi cicilannya bisa langsung dipotong dari gaji itu, dan bank merasa aman. Kalau Pemprov DKI punya dananya dan BUMD bisa bangun perumahan, ya monggo saja, cuman kembali lagi ke banknya," papar Lana.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas