Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

China Jajaki Investasi Industri Kelapa di Gorontalo

Pemerintah Provinsi Hainan China menjajaki kerjasama investasi perkebunan kelapa di Provinsi Gorontalo.

China Jajaki Investasi Industri Kelapa di Gorontalo
Istimewa
Pertemuan pengusaha kelapa dari Indonesia dan Tongkok membahas investasi di Gorontalo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Hainan China menjajaki kerjasama investasi perkebunan kelapa di Provinsi Gorontalo.

Difasilitas oleh China Council for Promotion of International Trade (CCPIT) dua daerah di dua negara tersebut menyiapkan pengusaha masing-masing, Senin (17/7/2017).

Di pihak Indonesia nampak beberapa pengusaha kelapa dan asosiasinya seperti Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) dan Perhimpunan Pengusaha Minyak Kelapa Indonesia (Pepmikindo).

Efli Ramli ketua AISKI mengatakan bahwa selama ini hubungan dagang produk kelapa Indonesia dengan Tiongkok atau China telah terjalin cukup lama. Ia menuturkan Tiongkok saat ini merupakan tujuan utama ekspor serat sabut Indonesia.

Fang Shao Min deputi sekertaris provinsi Hainan mengatakan saat ini terjadi pengingkatan popularitas produk pangan kelapa di Tiongkok. Produk utamanya adalah minuman santan, permen serta biscuit berbahan kelapa.

Delegasi paling senior ini menuturkan ada 400 industri kelapa di Hainan, dengan pasar yang tumbuh kuat serta luas kebun yang kurang dari 70ribu hektar mereka dipastikan akan ekspansi usahanya.

Sri Lestari ketua Pepmikindo menegaskan pengusaha minyak kelapa atau VCO siap mensuplai kebutuhan Tiongkok. Walau dilanda krisis, lanjut pemilik Cocona Spa ini menyebut produksi bisa ditingkatkan jika ada permintaan.

Selain menanyakan kesediaan infrastuktur, nampaknya krisis bahan baku kelapa di Indonesia menjadi perhatian dari delegasi Hainan. Mereka khawatir mengalami persoalan yang sama jika berinvestasi di Indonesia. Efli Ramli malah menantang agar mereka mengawali investasi di sektor hulu atau perkebunan kelapa di Indonesia.

Diakui bahwa ekspor kelapa bulat masih menjadi polemik saat ini di Indonesia. Beberapa perusahaan berjalan dibawah kapasitas normal sehingga terpaksa harus merumahkan karyawannya, beberapa diantaranya telah tutup.

Di Kalimantan Barat misalnya, Po Tjiu ketua Perhimpunan Pengusaha Kelapa Kalimantan Barat (PPKKB) yang dihubungi terpisah menuturkan bahwa 14 dari 31 pabrik minyak kelapa di Kalimatan Barat telah gulung tikar.

Nampaknya kondisi ini dipantau oleh delegasi Hainan, He Sheng Xian dari Bagian Perdagangan Internasional Dinas Perdagangan Provinsi Hainan mempertanyakan bagaimana sikap pemerintah Indonesia terkait persoalan ini. Wajar demikian, pengusaha dimana-mana memang mengingikan kepastian tutur Alex Chaniago wakil ketua AISKI yang fasih berbahasa mandarin ini.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas