Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

BPS: Arloji Barang Favorit di Toko Online

"Penetrasi produk online yang paling banyak adalah jam tangan, lalu tas, alat komunikasi, pakaian, dan barang rekreasi."

BPS: Arloji Barang Favorit di Toko Online
TRIBUNNEWS/ADIATMA FAJAR
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari survey 10.500 rumah tangga, Badan Pusat Statistik menyebut 15 persen pernah berbelanja lewat online. Konsumsi yang dibelanjakan adalah barang-barang tertier.

"Penetrasi produk online yang paling banyak adalah jam tangan, lalu tas, alat komunikasi, pakaian, dan barang rekreasi," ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Kecuk memaparkan adanya trend belanja online tidak membuat daya beli masyarakat menurun. Karena semakin besar upah dalam satu rumah tangga, barang yang dibeli kata Kecuk semakin banyak.

"Semakin tinggi pendapatan rumah tangga, belanja onlinenya akan makin banyak," ungkap Kecuk.

Kecuk memaparkan produk yang dijual di online sama stoknya dengan di toko konvensional. Hal yang membedakan hanya masalah transaksi.

Baca: Vespa New Sprint Sport 150 Laris-manis, Hari Ketiga Stoknya Tinggal Separo

"Online menyentuh rumah tangga menengah ke atas. Tapi saya yakinkan, produk yang dijual tetap sama jumlahnya," papar Kecuk.

Kecuk menambahkan tren belanja online muncul sejak ada media sosial. Sebagai contok Kecuk menyebut banyak masyarakat suka memamerkan barang baru atau makanan, bahkan tempat wisata yang dikunjungi.

"Perubahan pola konsumsi, ada shifting behavior, dengan maraknya medsos kalau dia nggak foto merasa ketinggalan disana. Pengeluaran riilnya selalu naik, jadi tidak mungkin daya beli turun," kata Kecuk.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas