Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Presiden Cek Proyek Dua Kali, Menterinya Harus Empat Kali

Dalam menjalankan tugasnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) punya berbagai terobosan

Presiden Cek Proyek Dua Kali, Menterinya Harus Empat Kali
dok. Kementerian PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau perkembangan tol Pekanbaru - Dumai ini, Sabtu (22/7/2017) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam menjalankan tugasnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) punya berbagai terobosan. Salah satunya adalah terobosan kepemimpinan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memaparkan terobosan kepemimpinan telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Basuki menjelaskan Jokowi turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan sebanyak dua kali pada titik proyek yang sama.

"Jika Pak Jokowi saja dua kali maka Menterinya harus 4 kali minimal," ujar Basuki, Minggu (12/8/2017).

Basuki menjelaskan pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua proyek berjalan dengan baik. Sehingga jika ada masalah, para Menteri menurut Basuki langsung segera menanganinya.

"Hal ini termasuk jika menemukan kendala untuk dicarikan segera solusinya" jelas Basuki.

Terobosan lainnya kata Basuki adalah menghilangkan hambatan dalam koordinasi antar lembaga dalam membangun infrastruktur. Koordinasi yang efektif dan efisien sangat diperlukan, termasuk untuk mempersingkat perijinan dari yang biasanya membutuhkan 14 hari kerja menjadi hanya 6,5 jam saja.

"Koordinasi antar lembaga harus dilakukan di pusat dan daerah," kata Basuki.

Kementerian PUPR sendiri dibawah kepemimpinan Menteri Basuki telah menginstruksikan jajarannya untuk bekerja 7 hari penuh dan tiga shift kerja dengan tambahan peralatan dan tenaga kerja.

Kebutuhan infrastruktur untuk mendukung penyediaan tiga kebutuhan pokok masyarakat (sandang, pangan dan papan) masih terus dibutuhkan. "Dari ketiga kebutuhan tersebut yang tidak pernah lagi didiskusikan adalah sandang, tapi dua hal lainnya yaitu papan dan pangan masih terus dicarikan solusinya," papar Basuki.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas