Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Daya Beli Landai-landai Aja

Di tahun 2014, konsumsi rumah tangga masih mampu tumbuh 5,14%, namun turun ke 4,96% di tahun 2015.

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Daya Beli Landai-landai Aja
Tribunnews.com/Gita Irawan
Pasar Glodok, Jakarta Barat tampak sepi pengunjung. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Maybank Indonesia Juniman menilai, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) telah mengambil kebijakan yang cukup baik selama hampir tiga tahun berjalan.

Namun, Juniman menyoroti sejumlah hal yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.

Pertama, daya beli masyarakat yang menurun selama tiga tahun terakhir. Hal tersebut lanjut Juniman, tampak pada data pertumbuhan konsumsi rumah tangga milik Badan Pusat Statistik (BPS) selama tiga tahun terakhir.

Di tahun 2014, konsumsi rumah tangga masih mampu tumbuh 5,14%, namun turun ke 4,96% di tahun 2015.

Tahun 2016, pertumbuhan konsumsi naik tipis ke 5,01%. Juniman memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun ini hanya akan mencapai 4,97%.

Baca: Investor Ini Raup Untung Rp 1,3 Triliun dari Aksi Borong Saham PADI

Persoalan daya beli tersebut juga berdampak pada pertumbuhan kredit yang melambat.

"Daya beli masyarakat bukan jatuh, tetapi tidak improve. Dengan daya beli yang stagnan ini, sulit dongkrak ekonomi," kata Juniman kepada KONTAN beberapa waktu lalu.

Baca: Menghadirkan Kontribusi BUMN untuk Warga Prasejahtera di Kabupaten Serang Lewat Pembiayaan Mekaar

Kedua, Juniman melihat pola pengeluaran pemerintah selama tiga tahun terakhir juga tetap sama, cukup kencang di kuartal pertama hingga ketiga.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas