Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pengamat Tata Kota: Tangerang Berpotensi Jadi Mitra Strategis Ibu Kota

pengembangan sistem transportasi kereta api bandara yang saat ini sedang dikembangkan dapat menjadi pintu masuk Tangerang

Pengamat Tata Kota: Tangerang Berpotensi Jadi Mitra Strategis Ibu Kota
Harian Warta Kota/henry lopulalan
PEMBANGUNAN KA BANDARA - Para pekerja sedang menyelesaikan-pembangunan tahap I jalur kereta api yang menyambungkan rute Manggarai-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Dukuatas, Jarkarta Pusat, Senin (24/10/2016). Dengan transportasi KA tersebut, jarak tempuh Manggarai-Soetta terpangkas menjadi 45 menit saja. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kota dan Kabupaten Tangerang, Banten, berpotensi menjadi mitra strategis ibu kota Indonesia. Hal ini akan terwujud jika Tangerang dapat mengisi kekosongan yang dialami Jakarta.

Demikian hal tersebut diungkapkan Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/9).

Menurutnya, ketimpangan pendapatan daerah yang terjadi saat ini dapat diminimalisir dengan menggali potensi-potensi daerah yang dapat dikembangkan dengan tepat, sehingga dapat memposisikan Tangerang sebagai pengisi kekosongan dari Jakarta.

“Sebetulnya, Tangerang itu kota metropolitan yang berpotensi menjadi mitra Jakarta, tetapi Tangerang tidak boleh dibawah bayang-bayang Jakarta dan harus bisa menjadi mitra kolaborasi dalam kerjasama di banyak hal,” tegasnya.

Yayat menambahkan, pengembangan sistem transportasi kereta api bandara yang saat ini sedang dikembangkan dapat menjadi pintu masuk Tangerang untuk berkembang menjadi kota kelas dunia.

Transportasi dan konektivitas yang baik tersebut dapat membuka potensi bagi Tangerang untuk memaksimalkan pertumbuhan potensi-potensi daerahnya di berbagai sektor.

“Tangerang itu punya potensi, ketika transportasi dikembangkan. Artinya dengan adanya KA Bandara, Tangerang punya kemampuan untuk mengelola stasiun-stasiun yang dilewatinya. Bisa saja nanti stasiun Tangerang itu juga ada transit oriented development (TOD) dan bukan sekadar sebagai lintasan dari Jakarta saja,” imbuh Yayat.

Secara jangka panjang, lanjut dia, Tangerang dapat berkembang menjadi kota terintegrasi pendamping ibukota Jakarta yang mampu menjawab apa yang yang dibutuhkan Jakarta sekaligus menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang dialami Ibukota.

Selain itu, Tangerang dapat menjadi kota mandiri kelas dunia sekaligus gerbang transit yang akan memberikan kemudahan akses ke kota-kota maupun pusat bisnis di daerah sekitarnya.

Transportasi dan konektivitas akan menarik bisnis, industri dan aktivitas sosial serta ekonomi untuk tumbuh semakin pesat. Tangerang dapat menyambut potensi ini dengan menjalin kerjasama ekonomi atau sejumlah sinergi terkait pengembangan permukiman, perkantoran, hingga pusat komersial dan industri.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas