Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tak Ada Peminat, Waskita Tunda Divestasi 10 Ruas Tol

Manajemen beralasan, tidak adanya transaksi yang dieksekusi, lantaran berdasarkan penilaian manajemen belum ada tawaran yang sesuai target

Tak Ada Peminat, Waskita Tunda Divestasi 10 Ruas Tol
Tribun Jateng/Fabian Januarius Kuwado
Salah satu ruas tol yang konsesinya dikuasai PT Waskita Karya Tbk (Persero) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memutuskan untuk menunda divestasi 10 ruas jalan tol milik anak usahanya, PT Waskita Toll Road.

Proses tender sudah dilakukan. Sejumlah penawaran juga sudah masuk. "Namun, setelah proses tender ditutup, tidak ada transaksi yang dilakukan," ujar Sekretaris Perusahaan WSKT Shastia Hadiarti kepada KONTAN, Selasa (12/9/2017).

Manajemen beralasan, tidak adanya transaksi yang dieksekusi, lantaran berdasarkan penilaian manajemen belum ada tawaran yang sesuai dengan target perolehan dana.

Sebelumnya WSKT akan mendivestasi 10 ruas tol yang terdiri dari beberapa paket. Paket pertama terdiri atas ruas tol dengan kepemilikan 100% oleh WSKT, yakni Kanci–Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo.

Paket kedua mencakup tol dengan kepemilikan 40% WSKT dan 60% JSMR, yakni ruas tol Batang-Semarang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono.

Paket ketiga dijual satu per satu. Ruas tol dalam paket ini antara lain, Kayuagung-Palembang-Betung, Becak Kayu dari Kalimalang, serta Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Sebelumnya, dikabarkan ada 14 nama yang mengikuti tender.

Beberapa diantaranya seperti Jasa Marga, Astratel, Rajawali, Macquarie Australia, serta beberapa perusahaan lain termasuk dari China dan Malaysia.

Divestasi itu dilakukan sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan dana ekspansi WSKT yang mencapai Rp 120 triliun untuk beberapa tahun kedepan.

Meski demikian, divestasi ini tidak sepenuhnya dibatalkan. Rencana divestasi masih tetap akan dilakukan. "Skemanya seperti apa, itu masih dalam kajian," pungkas Shastia.

 
Reporter: Dityasa H Forddanta 

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas