Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Asosiasi Petani Tebu Dukung Lelang Online Gula Rafinasi

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia mendukung lelang online penjualan gula rafinasi yang rencananya akan mulai dilakukan pemerintah pada 1 Oktober.

Asosiasi Petani Tebu Dukung Lelang Online Gula Rafinasi
ist
Petani tebu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendukung lelang online penjualan gula rafinasi yang rencananya akan mulai dilakukan pemerintah pada 1 Oktober 2017 mendatang.

"Pemerintah melakukan lelang gula rafinasi adalah langkah yang sangat tepat karena punya dampak multi manfaat," kata Ketua Umum Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) HM Arum Sabil di Jakarta.

Seperti diketahui, skema lelang gula rafinasi merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Perdagangan No. 40/M-DAG/PER/3/2017 atas Perubahan Peraturan Menteri Perdagangan No. 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas di Pasar Komoditas Jakarta (PKJ).

Arum menjelaskan manfaat dari lelang itu, yang pertama pemerintah bisa memantau kapasitas produksi industri gula rafinasi dan total kapasitas kebutuhan industri makanan dan minuman sebagai pengguna.

Baca: Jasad Membusuk dalam Kondisi Terikat Ternyata Warga Pekanbaru yang Sempat Menghilang

Kedua, pemerintah dan masyarakat bisa ikut mengetahui dan memantau siapa dan berapa jumlah raw sugar yang diimpor oleh perusahaan industri gula rafinasi dan kepada siapa saja gula rafinasi itu didistribusikan melalui lelang tersebut.

"Ketiga pemerintah akan lebih mudah memperhitungkan penerapan pajak kepada produsen gula rafinasi yang bahan bakunya dari raw sugar impor dan kepada para perusahaan insdutri makanan dan minuman sebagai pembeli," katanya.

Keuntungan bagi petani bila gula rafinasi yang bahan bakunya dari raw sugar impor dilelang maka diyakini distribusi gula rafinasi bisa benar-benar untuk kepentingan industri makanan dan minuman dan tidak merembes ke pasar konsumsi lokal.

Jika ada penyimpangan, pihak aparat penegak hukum akan mudah mendeteksi pelakunya, karena lelang tersebut mendata semua penjual dan pembeli gulanya.

Ia menyebutkan kebocoran peredaran gula rafinasi sudah merambah ke pasar tradisional dan modern. Paling dominan di luar Pulau Jawa.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas