Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Perkuat Listrik Madura, PLN Bangun Kabel Bawah Tanah Senilai Rp 300 Miliar

PLN membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) atau kabel listrik bawah tanah 150 kilo Volt (kV).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di Pulau Madura sekaligus menjaga keandalan listrik, PLN membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) atau kabel listrik bawah tanah 150 kilo Volt (kV).

Kabel listrik ini membentang sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) dari Kedinding, Surabaya hingga Tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura yang selanjutnya terhubung dengan jaringan transmisi 150 kV sebanyak 35 Tower menuju ke Gardu Induk (GI) Bangkalan, Madura.

Pada hari ini, Rabu (13/9/2017), Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meresmikan dimulainya perkejaan pembangunan kabel bawah tanah ini yang bertempat di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, dekat gerbang tol Suramadu sisi Madura.

Proyek kabel bawah tanah yang dibangun terdiri dari dua sirkit yakni sirkit 3 dan 4, bernilai Rp 300 miliar dan diharapkan selesai pada Juni pada 2018.

Kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 MW yang dipasok oleh kabel bawah tanah sirkit 1 dan 2 dengan kemampuan sebesar 200 MW.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga keandalan sistem di pulau Madura, pembangunan sirkit 3 dan 4 menjadi salah satu solusi disamping rencana PLN membangun pembangkit di Madura.

Selain proyek kabel bawah tanah, pada kesempatan yang sama juga diresmikan beroperasinya Gardu Induk (GI) yang tersebar di Jawa Timur yakni GI Altaprima, GI Bambe, GIS Gunungsari, GI Jatigedong, GI Kraksaan, GI Gilitimur, GI Karangpilang).

"Proyek kabel bawah tanah dan Gardu Induk tersebar di Jawa Timur ini adalah bagian program 35.000 Megawatt yang sudah dicanangkan pemerintah pusat sebagai bentuk kerja nyata jajaran PLN untuk menerangi negeri," tutur Direktur PLN Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan.

Djoko berharap dengan ketersediaan listrik yang cukup maka diharapkan dapat menarik minat para investor untuk membuka industri di Pulau Madura, sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Madura.

“Selain itu juga untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Madura yang saat ini masih rendah yaitu 66 persen dibandingkan dengan rata-rata Nasional sebesar ±91 persen,” pungkas Djoko.

Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur, atau akrab disapa Gus Ipul, menyatakan masih ada kesenjangan antar kecamatan dan kelurahan, desa dan kota, juga pulau dan daratan.

"Data statistik menunjukkan, kemiskinan di pulau madura masih tinggi. Listrik ini akan mempercepat perbaikan kesejahteraan masyarakat madura," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengamini bahwa pada dasarnya listrik di jatim masih sangat cukup. "Tetapi, pasokan ke madura masih sangat terbatas. Maka pembangunan SKTT ini penting untuk memperkuat keandalan," pungkasnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas