Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Transfer Dana Jumbo

PPATK Dalami Dugaan Pencucian Uang dari Transfer Rp 18,8 Triliun

PPATK mendalami adanya dugaan tindak pidana pencucian uang dari transfer nasabah Indonesia di Standar Chartered

PPATK Dalami Dugaan Pencucian Uang dari Transfer Rp 18,8 Triliun
thetimes.co.uk
Standard Chartered Bank 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendalami adanya dugaan tindak pidana pencucian uang dari transfer nasabah Indonesia di Standar Chartered Plc sebesar 1,4 miliar dolar AS.

Transfer tersebut dilakukan pada akhir 2015 dari wilayah Guernsey, yang merupakan daerah kekuasaan Inggris ke Singapura.

Baca: OJK dan PPATK Siap Selidiki Kasus Penghindaran Pajak yang Diduga Terkait Militer RI

"Indikasi TPPU (tindak pindana pencucian uang) bisa saja, kita tidak akan buru-buru menyimpulkan itu, PPATK masih terus mendalami kemungkinan TPPU-nya," ujar‎ Wakil Ketua PPATK, Dian Ediana Rae saat dihubungi, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Menurut Dian, saat ini PPATK terus melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan aparat penegak hukum lain, dimana hasil analisis sementara telah disampaikan kepada instansi tersebut.

"Saya kita agar tidak menimbulkan simpang siur, dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu, lebih baik kita tunggu dulu hasil investigasi DJP dan keterangan yang akan disampaikan mereka," paparnya.

Merujuk pada laporan Bloomberg dan South China Morning Post, regulator di Eropa dan Asia sedang melakukan investigasi terhadap Standard Chartered Plc atas transfer dana milik nasabah khusus sebesar 1,4 miliar dolar AS (Rp 18,8 triliun) dari Guernsey ke Singapura.

Dalam laporan itu disebutkan, aset yang ditransfer tersebut sebagian besar milik nasabah Indonesia.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas