Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Registrasi Kartu Seluler Bisa Cegah Aksi Terorisme

Semua pelanggan seluler wajib meregistrasi ulang kartu prabayar atau pascabayar menggunakan Nomor Induk Kependudukan dan KK

Registrasi Kartu Seluler Bisa Cegah Aksi Terorisme
Adiatmaputra Fajar
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semua pelanggan seluler wajib meregistrasi ulang kartu prabayar atau pascabayar menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Sehingga semua pengguna kartu seluler bakal terdaftar data dan informasinya di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh menegaskan sistem registrasi tersebut bisa mencegah hoax, ujaran kebencian, dan terorisme.

"Mengenal si pemilik kartu. Jadi, jika ada kejahatan seperti peledakan bom, maka dengan kartu telepon itu bisa diketahui pelakunya," ujar Zudan di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Zudan mengungkapkan selama ini para oknum kejahatan dan teroris membeli kartu seluler prabayar hanya untuk melancarkan aksinya. Selesai, kartu tersebut kata Zudan dibuang.

Jika menggunakan sistem registrasi NIK, nomor prabayar tidak bisa lagi digunakan untuk kejahatan. Karena setiap nomor yang dibeli wajib mencantumkan NIK sehingga mudah dilacak oleh pemerintah.

"Nomor tidak bisa disalahgunakan. Tidak ada lagi beli untuk mengancam, terus nomor dibuang, jangan sampai ada bom diledakan kartu, negara harus melindungi perlindungan maksimal," kata Zudan.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas