Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menpar Jamin Investasi di Pariwisata Tidak Bakal Rugi

Indonesia memiliki potensi yang tinggi di sektor pariwisata, dan membutuhkan banyak sentuhan dalam penataan destinasi

Menpar Jamin Investasi di Pariwisata Tidak Bakal Rugi
SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PELAJARI ISLAM - Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) asal Jerman saat mengunjungi Masjid Jendral Ahmad Yani, Jalan Kahuripan, Kota Malang, Rabu (23/8/2017). Sebanyak empat wisman mengunjungi Masjid tersebut untuk melihat dan mempelajari umat Islam beribadah. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi ketertarikan dari Wellington Capital Advisory (WCA) dalam membantu mempromosikan destinasi investasi di sektor pariwisata Indonesia.

Hal ini menurut Menpar, karena pariwisata Indonesia memang "seksi".

Menurut Arief, Indonesia memiliki potensi yang tinggi di sektor pariwisata, dan membutuhkan banyak sentuhan dalam penataan destinasi. Karena itu investor asing, maupun lokal kata Arief sehingga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Jadi investasi di Indonesia, di pariwisata pasti bikin untung," ujar Arief, di Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Arief memaparkan sektor pariwisata saat ini menjadi fokus dan prioritas Presiden Joko Widodo. Karena itu langkah WCA menurut Arief sudah tepat dalam rencana menanamkan modalnya di Indonesia.

"Pariwisata merupakan salah satu leading sector di Indonesia, WCA tidak akan salah membantu Kemenpar dalam pengembangan pariwisata," kata Menpar Arief Yahya.

Mantan Direktur Utama PT Telkom itu memaparkan pertumbuhan pariwisata Indonesia saat ini adalah yang tertinggi. Sampai Juni 2017, pertumbuhan wisatawan mancanegara mencapai 22,4 persen.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,01 persen, maka terbilang pertumbuhan wisman yang identical dengan penerimaan devisa naik empat kali lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk branding, tahun 2017 Wonderful Indonesia rangking 47 dan masuk cluster 1. Amazing Thailand ada di rangking 68 dan Truly Asia Malaysia di rangking 85," ujar Menpar Arief Yahya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas