Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pasar Produk Makanan dan Kosmetik Impor Halal Masih Sangat Besar di Indonesia

"Perusahaan kami mengimpor banyak produk kosmetik dari banyak negara seperti dari Jerman, India, juga Saudi Arabia," ungkap Ririn Puspita

Pasar Produk Makanan dan Kosmetik Impor Halal Masih Sangat Besar di Indonesia
IST

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produk halal di Indonesia sebenarnya membuka peluang bisnis yang terbuka lebar. Ini karena besarnya pasar, mengingat 80 persen lebih masyarakat Indonesia merupakan komunitas muslim.

PT Gautama Indah Perkasa (GIP) terjun di bisnis produk impor halal sejak lima tahun terakhir. Perusahaan ini sejak 2013 memasarkan berbagai produk impor halal dari berbagai negara, mulai dari snacking, kacang-kacangan siap konsumsi sampai cokelat, madu dan olive oil serta kosmetik.

Untuk produk kosmetik, GIP mengimpor dari sejumlah negara di Eropa dan Asia.

"Perusahaan kami mengimpor banyak produk kosmetik dari banyak negara seperti dari Jerman, India, juga Saudi Arabia," ungkap Ririn Puspita, Key Account Manager PT Gautama Indah Perkasa, Kamis (12/10/2017).

"Kita juga punya produk makanan seperti olive oil yang kita impor dari Spanyol, juga madu khusus untuk anak anak yang kita datangkan dari Switzerland. Kenapa kita banyak mengambil produk produk impor yang mengarah ke produk halal, karena mayoritas konsumen masyarakat Indonesia muslim," jelas Ririn.

Produk makanan halal ini antara lain salted pistachios, salted peanuts dan mixed nuts. 

 Untuk memamasarkan produk-produknya, selain menyasar segmen menengah atas melalui modern trade dan retailer, GIP juga menyasar pasar tradisional dan toko-toko kecil.

Mengikuti tren e-commerce, GIP kemudian memasarkan produknya melalui kanal marketplace seperti Blibli.com, Gogobli dan Lazada.

"Selain  memaasarkan di modern trade, kita juga di e-commerce. Untuk produk kecantikan seperti seni merias telapak tangan menggunakan bahan daun henna merek Ranikone yang kita impor dari Pakistan yang kini ramai diminati masyarakat di Indonesia, kita memasarkannya sampai ke retailer kecil. Untuk semua produk Ranikone ini kita pasarkan mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 15.000 per piece-nya," ungkap Puspita.

Dia mengklaim, di produk dekorasi tangan, produk yang dipasarkannya ini belum ada kompetitornya di Indonesia. Sementara, untuk produk riasan tangan, pihaknya memasarkan produknya dalam beberapa merek. Selain Ranikone, juga dipasarkan dengan merek Eagle's. 

Produk-produk ini memiliki serapan kuat di pasar melalui jalur distributor konvensional.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas