Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hutama Karya Disindir Lamban Bebaskan Lahan Tol Palembang-Tanjung Api-api

"Di Bali kita pecah laut saja bisa, khusus untuk orang asing (turis) bisa lewat kita sanggup," ujar Ekowati

Hutama Karya Disindir Lamban Bebaskan Lahan Tol Palembang-Tanjung Api-api
youtube
Tikungan LRT di Simpang Tanjung Api Api di Palembang sudah tersambung. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Sumatera Selatan menilai PT Hutama Karya (Persero) lamban dalam membebaskan lahan di ruas tol Palembang-Tanjung Api-api.

Bappeda Sumsel mengaku sudah siap memberikan izin untuk dibebaskan kawasan yang akan dilalui jalur bebas hambatan tersebut.

Kepala Bappeda Ekowati Retnaningsih menilai pembebasan lahan bukan jadi masalah utama bagi Hutama Karya karena Ekowati melihat contoh jalan tol Bali Mandara bisa melewati laut dengan mudah.

"Di Bali kita pecah laut saja bisa, khusus untuk orang asing (turis) bisa lewat kita sanggup," ujar Ekowati di rapat koordinasi jalan tol Trans Sumatera, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Ekowati pun percaya Hutama Karya bisa membebaskan lahan untuk ruas tol Palembang-Tanjung Api-api dengan mudah. Baik melewati hutan lindung atau pantai Ekowati yakin BUMN konstruksi tersebut bisa segera menyelesaikan isu lahan.

"Melewati hutan lindung atau lewat pantai bukan menjadi kendala," ungkap Ekowati.

Baca: Daihatsu Luncurkan Great New Xenia Custom Berkonsep Tough & Sporty

Ekowati pun menyindir Hutama Karya jika untuk kepentingan bangsa seharusnya tidak ada masalah. Namun Ekowati mempertanyakan kembali niat perseroan membangun jalan tol Palembang-Tanjung Api-api untuk mencari keuntungan saja atau tidak.

Rapat Koordinasi Tol Trans Sumatera
Rapat Koordinasi Tol Trans Sumatera di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

"Bicara masalah enggak tergantung niat untuk bangsa negara atau kapitalis," papar Ekowati.

Untuk diketahui Panjang tol Palembang-Tanjung Api-api awalnya diproyeksi 90 km. Namun setelah dilakukan penyesuaian ternyata menyempit jadi 70 km dengan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 14 triliun.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas