Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Batam Jadi KEK Diyakini Bisa Turunkan Harga Barang-barang Impor

Lukita beralasan, selama ini investor dari China, Jepang, dan Korea mulai mengurangi komioditi dagangnya via BP Batam.

Batam Jadi KEK Diyakini Bisa Turunkan Harga Barang-barang Impor
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Danlanal Batam, Kolonel Ivong Wicaksono Wibowo (duduk tengah) menunjukkan ribuan ponsel pintar yang berhasil diamankan tim WFQR Lanal Batam yang ditemukan di Hutan Kawasan Pulau Labun, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Rabu (8/11). Sebanyak 6000 ponsel pintar tesebut menurut ivong renananya akan dikirim kesejumlah kota besar di Indonesia melalui jalur tidak resmi. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengusahan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan (BP) Batam akan berubah dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Alasannya karena FTZ sebagai wilayah perdagangan bebas tidak menguntungkan Indonesia selama ini.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menjelaskan di dalam sistem FTZ barang-barang yang masuk dikenakan bea masuk dan pajak cukup tinggi. Hal itu membuat banyak importir menghindari FTZ di BP Batam.

"Sehingga kompetitif dari FTZ itu tidak lagi maksimal, oleh karena itu di tranformasikan didorong menjadi KEK," ujar Lukita di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Lukita beralasan, selama ini investor dari China, Jepang, dan Korea mulai mengurangi komioditi dagangnya via BP Batam. Mereka lebih memilih lewat Singapura untuk mengirim barang ke Indonesia.

"Barang-barang dari sana (China, Jepang, dan Korea) sebetulnya mengikuti perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah minimal," jelas Lukita.

Baca: Kucing-kucingan Tak Bayar Pajak, Pengusaha Perhotelan Resah Hadapi Bisnis Agen Travel Online

Lukita menambahkan saat ini Kementerian Keuangan sedang membuat kebijakan terkait bea masuk tarif impor di BP Batam. Sehingga kebijakan MEA yang membuat tarif barang impor murah dari perdagangan internasional bisa terealisasi.

"Kementerian Keuangan sedang membuat kebijakan bagaiamna barang yang masuk dari FTZ masuk daerah ke pabean di Indonesia," kata Lukita.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas