Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Prakiraan Cuaca Hari Ini

Jokowi Desak China dan ASEAN Bikin Aturan Bersama Soal Laut China Selatan

"Kami juga ingin Laut China ke depan menjadi penopang kegiatan ekonomi yang merekatkan kawasan dunia," katanya.

Jokowi Desak China dan ASEAN Bikin Aturan Bersama Soal Laut China Selatan
SETPRES
Presiden dan Ibu Iriana bertolak ke Manila, Filipina dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Bandara Internasional Da Nang, Viet Nam pada hari Minggu, 12 November 2017 pukul 09.00 Waktu Setempat (WS). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo ingin agar China dan negara anggota Asean buat tata code of conduct, tertib tentang Laut China Selatan. Dia ingin, Asean dan China segera merumuskan dan menegoisasikan tata tertib tersebut.

Keinginan tersebut diungkakannya saat Konferensi Tingkat Tinggi Asean - Tiongkok ke-20di Filipina, Senin (13/11). Jokowi bilang, tata tertib diperlukan agar Laut China Selatan ke depan bisa menjadi laut yang stabil.

"Selain itu, kami juga ingin Laut China ke depan menjadi penopang kegiatan ekonomi yang merekatkan kawasan dunia," katanya dalam pernyataan, Senin (13/11/2017).

Selain masalah tata tertib di Laut China Selatan, Jokowi dalam KTT tersebut juga ingin kerjasama ekonomi kedua belah pihak ditingkatkan. Cara yang dia inginkan agar kerjasama bisa ditingkatkan; menghilangkan hambatan dagang.

Baca: Dijerat KPK, Setya Novanto Akan Minta Perlindungan Presiden Jokowi Jika Dipanggil Paksa

Baca: Teknologi e-Power di Mobil Nissan Note yang Dikenalkan Hari Ini Tak Butuh Colokan Listrik

"Perdagangan harus saling menguntungkan, dan harus ditingkatkan angkanya dari US$ 368 miliar tahun lalu," katanya.

Kawasan Laut China Selatan selama ini menjadi kawasan rentan konflik. Kawasan tersebut diklaim China sebagai wilayah mereka. Klaim tersebut tumpang tindih dengan negara lain.

Filipina, Brunei Darusalam dan Thailand juga mengklaim wilayah tersebut.

Reporter: Agus Triyono 

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas