Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Sore Ini IHSG Ditutup Tumbang di Bawah 6.000 Poin

Melansir data RTI, IHSG pagi ini dibuka di angka 6.019, 1 poin dan sempat menyentuh level tertingginya di angka 6.039 poin.

Sore Ini IHSG Ditutup Tumbang di Bawah 6.000 Poin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/7/2017). Perdagangan IHSG pada pembukaan pertama usai libur lebaran naik 0,29 persen atau 16,89 poin di level 5.846.60. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (14/11/2017) melemah 33 poin di angka 5.988 poin.

Melansir data RTI, IHSG pagi ini dibuka di angka 6.019, 1 poin dan sempat menyentuh level tertingginya di angka 6.039 poin.

Pada perdagangan hari ini, terpantau 212 saham melemah, 126 saham menguat dan 109 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 341.680 kali dengan volume perdagangan saham 12 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 7,3 triliun. Sementara, kapitalisasi pasar (market cap) di angka 6.645 triliun.

Menurunnya IHSG sore ini, menurut Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta lebih disebabkan oleh faktor eksternal.

Baca: Wabendum Golkar: KPK Periksa Setya Novanto Tidak Perlu Izin Presiden

Faktor pertama adalah hasil data penjualan ritel dan data industrial production di Tiongkok yang dibawah ekspektasi pasar.

Faktor kedua, lanjut Nafan adalah kebijakan reformasi perpajakan di Amerika Serikat yang hingga saat ini masih belum ada titik terang.

Faktor ketiga adalah ekspektasi para pelaku investor The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun ini.

“Faktor terakhir adalah krisis di Timur Tengah akibat adanya tensi politik di antara Arab Saudi dan Iran yang sedang meningkat,” pungkas Nafan.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas