Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kembangkan Hilirisasi Batubara, Bukit Asam Anggarkan Capex Rp 6,8 Triliun Pada 2018

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 6,8 triliun pada 2018.

Kembangkan Hilirisasi Batubara, Bukit Asam Anggarkan Capex Rp 6,8 Triliun Pada 2018
Syahrizal Sidik
Peresmian stock split saham PTBA di Bursa Efek Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 6,8 triliun pada 2018.

Belanja modal tersebut nantinya akan diinvestasikan untuk mendukung pengembangan hilirisasi batubara dan pembangunan pembangkit di 2018.

Sebab, belum lama ini, PTBA menandatangani kesepakatan kerja sama atau Head of Agreement dengan tiga BUMN untuk hilirisasi batubara antara lain dengan PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia dan PT Chandra Asti Petrochemical Tbk (TPIA).

“Nantinya kami akan mengolah menjadi produk akhir baik berupa pupuk, dimetil eter yang akan menjadi LPG dan Chandra Asri untuk pengembangan industri lebih hilir lagi dari petrochemical,” ungkap Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, Kamis (14/12/2017) di Gedung BEI, Sudirman, Jakarta Selatan.

Dengan adanya hilirisasi, batu bara milik PTBA akan diubah melalui teknologi gasifikasi menjadi produk akhir yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Arviyan menyebut, hingga kini hilirisasi tersebut masih dalam tahap pengkajian studi kelayakan, amdal dan persiapan pendanaan.

“Sejauh ini kami masih memiliki sumber dana internal dan kami akan cari pendanaan dari perbankan atau dari sumber-sumber pendanaan lainnya,” lanjut dia.

Untuk sumber pendanaan, kata Arviyan tidak menutup kemungkinan PTBA juga akan menerbitkan obligasi.

“Proporsi kas internal kan tidak semuanya harus kami pakai untuk investasi, tapi juga untuk operasional. Balance sheet kami mungkin sekitar Rp 4,5 triliun, tentunya gak mungkin dipakai semua untuk ini,” pungkas dia.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas