Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Izin Ekspor Freeport Habis Pada Februari 2018

perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut memiliki izin ekspor yang akan habis pada Februari 2018

Izin Ekspor Freeport Habis Pada Februari 2018
RADITYA HELABUMI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan CEO Freeport-McMoran Inc, Richard C Adkerson (kanan ke kiri) saat memberikan keterangan pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/8). Freeport-McMoran Inc selaku induk usaha PT Freeport Indonesia menyatakan kesediaan untuk menjalankan sejumlah kesepakatan antara lain pembangunan smelter dan divestasi saham sebesar 51% terkait kelanjutan operasional di Indonesia. Kompas/Raditya Helabumi (RAD) 29-08-2017 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan melakukan evaluasi terkait rekomendasi ekspor mineral olahan (konsentrat) tembaga ke PT Freeport Indonesia.

Direktur Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengungkapkan, saat ini perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut memiliki izin ekspor yang akan habis pada Februari 2018 mendatang.

Namun, hingga kini Freeport belum mengajukan perpanjangan rekomendasi tersebut.

Baca: Dipicu Saling Ejek di Media Sosial, Siswa 3 Sekolah di Jakarta Barat Terlibat Tawuran Massal

"Rekomendasi ekspor Freeport belum diajukan. Berakhir di februari 2018," ujar Bambang saat konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Menurut dia, Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memberikan perpanjangan izin ekspor.

"Sebagai parameter karena ada aturannya harus dievaluasi, maka kami akan evaluasi," sebut dia.

Adapun dalam proses evaluasi tersebut, pihaknya akan melibatkan verifikator independen, termasuk mengevaluasi terkait progres pembangunan fasilitas pengelolaan dan pemurnian mineral atau smelter.

"Selain tim internal pemerintah, verifikator independen juga evaluasi. Tunggu hasilnya," paparnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga Desember 2017, Freeport telah melakukan ekspor konsentrat tembaga sebesar 921.137 ton, realisasi tersebut dibawah kuota yang ditetapkan sebesar 1,1 juta ton.

"Itu besarannya masih di bawah kuota 1.113.000 ton, realisasinya 921.137 ton," ucapnya.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di Kompas.com, dengan judul: ESDM: Freeport Belum Ajukan Perpanjangan Izin Ekspor

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas