Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bank BTPN Pangkas 4.525 karyawan Plus Kurangi 114 Outlet

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) telah mengurangi sebanyak 114 outlet dan 4.525 karyawan

Bank BTPN Pangkas 4.525 karyawan Plus Kurangi 114 Outlet
Tribun Manado/Rizky Adriansyah
Suasana pelayanan nasabah di Bank BTPN Cabang Manado, Sulawesi Utara, Kamis (9/8). Saat ini BTPN Cabang Manado lebih fokus dalam pelayanan kepada pensiunan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan, kredit pensiun berhadiah, pelayanan snack bagi pensiunan, bazaar, dan bagi pensiunan baru diberikan pelatihan wira usaha. (Tribun Manado/Rizky Adriansyah) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) telah mengurangi sebanyak 114 outlet dan 4.525 karyawan sepanjang tahun 2017 lalu.

Pengurangan outlet dan karyawan ini dilakukan dalam rangka restrukturisasi organisasi.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dikirimkan BTPN ke Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat pengurangan outlet ini mayoritas dikontrbusikan dari kantor cabang pembantu BTPN yang berkurang 442 unit.

Selain itu kantor cabang bank juga berkurang 1 unit. Meskipun melakukan pengurangan kantor cabang dan kantor cabang pembantu selama 2017 bank justru menambah ATM, TCR, payment point dan kantor fungsional.

Tercatat juga, penambahan ATM dan TCR sebanyak 53 unit. Sedangkan penambahan payment point sebanyak 209 dan kantor fungsional bertambah 67 unit.

Seiring pengurangan outlet ini, bank juga mencatat jumlah pegawai yang mengalami penurunan. Jika ditotal selama 2017, pegawai BTPN mengalami penurunan sebanyak 4.525 orang.

Manajemen BTPN mengklaim penurunan pegawai ini bukan disebabkan karena pemutusan hubungan kerja.

Arief Harris Tanjung, Direktur BTPN bilang berkurangnya pegawai ini disebabkan karena adanya program pengunduran diri sukarela. "Efisiensi yang disebabkan karena restrukturisasi dan pengunduran diri anorganik ini sebesar 10%-15% dari biaya operasional," kata Arief dalam paparan kinerja.

Baca: Hai Pengusaha Kuliner, Siap-siap Ikutan Go-Food Festival di Bogor

Anika Faisal, Sekretaris Perusahaan BTPN bilang restukturisasi ini salah satunya disebabkan karena perubahan organisasi.

"Kami juga melakukan program pengakhiran karyawan secara sukarela di kuartal 4 2017," kata Anika kepada kontan.co.id, Rabu (14/2).

Seiring dengan program pengunduran diri secara sukarela, bank juga menawarkan program daya untuk melatih pegawai untuk terampil dalam bidang usaha tertentu.

Berita ini sudah tayang di kontan.co,id berjudul 2017 lalu, Bank BTPN kurangi 114 outlet dan 4.525 karyawan

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas